Tuesday, February 1, 2011

Run with Me - ( this is story ) PART 10





   kurasa tangannya yg lembut membuatku juga ingin menyentuhnya. Dia membuka mataku,membuatku terkesan mati kutu. Duduk di sampingku dan bercerita apa yg sedang dialaminya. Ternyata dia mengetahui kalau barnetta punya pacar selain dia. Syukurlah dia mengetahuinya sendiri tanpa aku beritahu,bukan karena aku senang karena dia mungkin sudah menyandang status 'single'. Dia menarik tanganku untuk segera masuk ke kelas. 'meet me in library at break time,ok pretty',ktnya sambil memflip rambutnya yg agak basah. 'aww,,he called me pretty. Im so blushing'. Aku masuk ke kelas2 dengan senyum2 sendiri sampai2 lupa kalau aku tidak ingin berbicara pada lukas. 'are you okay?',tanya lukas heran padaku. 


   Aku tak menjawab,hanya mengangguk dan tetap senyum2. 'bble,entar pas istirahat ke perpus yuk',puppy face dan berharap dia mau mengantarku. Kita mengikuti pelajaran seperti biasanya. 'tet..tet..tet..' suara bel menandakan waktu istirahat dan secara tidak langsung aku menarik tangan bubble dan segera melangkahkan kaki menuju perpus. Perpus berada di lantai 2,sehingga membuat kami harus menaiki tangga. Tanpa melihat kearah depan,aku tak sadar telah menabrak barnetta. 'upss'. 


   Sebenarnya barnetta tidak sampai jatuh terduduk,hanya saja waktu theo menghampiri kami,si muka tembok itu pura-pura jatuh dan menuduhku salah. Tapi itu tak membuat theo berpaling dan kembali padanya,theo malah mengabaikannya tak membantu barnetta untuk berdiri, malah menarik tanganku masuk ke dalam perpus. Aku tak menghiraukan si bubble,dia tetap saja mengikuti aku dan theo tanpa menghiraukan si muka tembok. Kurasa aku sekarang lebih lega karena dua cowok yg pernah membuatku sakit hati gara2 barnetta kini telah mengabaikan barnetta. Theo mengajakku duduk,begitu juga lukas yg terus saja mengikuti kami berdua. 


   Akhirnya theo merasa risih juga karena mulai tadi lukas juga juga ikutan nimbrung soal kami berdua. Ah,sudahlah. 'Kas,bisakah kau cari tempat lain? Atau kami yg pindah tempat,kau tetap disini?',mohon theo pada si bubble. 'duuh,ada apa nih theo ngomong seperti itu pada bubble?',aku hanya bisa berkata di dalam hati. Lukas hanya menganguk tanda memberi jawaban kepastian. Theo menarik tanganku dan tanpa melihat kearahku. Kurasa aku tahu dia mau membawaku kemana,danau. Yap,danau di belakang sekolah. 'ehmm,,kamu....',katanya membuat kalimat yg tidak diteruskan. 'ya,kenapa theo?',tanyaku penasaran. 'entar pulang bareng yuk',nadanya dengan sedikit membuatku senang atau apalah. 'okelah,kebetulan dad lagi tidak di rumah',kataku menyanggupi. Aku kira theo ingin membicarakan hal yg paling penting tentang perasaannya padaku, tapi sepertinya aku tak akan mungkin mendapatkannya. Dia juga baru putus dengan barnetta. Mungkin hatinya masih sakit.

No comments:

Post a Comment

dont be afraid to comment here, I dont bite