Tuesday, February 1, 2011

Run with Me - ( this is story ) PART 13





   Aku berjalan sendirian tanpa melihat kearah depan hanya menunduk. Aku tidak menyangka lukas melakukan ini padaku. Mungkin tadi dia menemui gadis itu saat aku menunggunya sangat lama. Aku tak sadar sebuah range rover melintas di sampingku dan berhenti. Aku tak peduli siapapun itu. Aku menangis. Aku bodoh. Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Aku benci persahabatan kalau lukas tetap seperti itu padaku seolah dia hanya menganggapku teman biasa yg tak akan merasa sakit hati jika diperlakukan seperti itu. Si pemilik mobil yg mirip punya batman itu turun dan menghampiriku. 


   Aku yakin itu theo. Seperti dugaanku, ternyata dia memang benar2 theo. Aku langsung saja memeluknya dan menangis di pundaknya tanpa melepaskan pelukanku. Kurasa kali ini theo mampu membuatku lebih baik. Theo membantuku masuk ke mobilnya. Dia mengusap air mataku, memegang pipiku dan berusaha membuatku tersenyum dan ceria lagi. Aku berusaha tersenyum meskipun air mata tak sanggup lagi kubendung. Theo mengantarku pulang. Sampai rumah, aku langsung membanting pintu kamar dan menyembunyikan wajahku di bawah bantal. Bibi lizz kelihatan bingung. 


   Aku tahu dia berada di depan pintu kamarku untuk mengetahui apa yg sebenarnya terjadi padaku. Tapi bibi lizz tak mengetuk pintu dan membuka pegangan pintu. Aku tahu dia tak ingin menggangguku sampai aku benar2 merasa lebih baik. Ya,memang lebih baik seperti itu. Saat2 seperti ini, aku rindu mom. Mom yg selalu menghibur dan bisa membantuku menyelesaikan masalahku. Aku rindu tidur di pangkuan mom. Aku rindu belaian lembut tangannya. Aku rindu pelukan hangatnya. Aku rindu senyum yg bisa menjadi obat dikala aku sedih. Aku rindu semua tentang mom. 


  Aku menangis sampai seprai terasa basah di pipiku. My phone was vibrated. I got it and there's one message from theo. 'Rain,don't be sad. I'll be inside here for you. No more tears again'. Aku membalasnya, 'Thanks Theo :) '. Aku duduk terdiam dan berusaha untuk tak mengingat kejadian itu lagi. Theo mengirimiku pesan yg membuatku tertawa geli. Aku tertidur. Aku terbagun saat jam weker berbentuk spongebob berbunyi. Aku segera mandi, memakai seragam dan menemui bibi lizz yg berada di mmeja makan menyiapkan sandwich untuk sarapan kami berdua. 


   Bibi lizz hanya tersenyum keheranan melihatku ceria lagi. Dia tak ingin menanyakan kejadian tadi malam yg bisa membuatku sedih lagi. Kuseruput segelas susu coklat sampai habis. Terdengar suara mobil theo dari luar rumah. Bibi lizz mengantarku sampai depan menemui theo yg menjemputku. Aku pamit,tak lupa ku kecup tangannya dan melambaikan tangan pada bibi lizz. 'Siap berangkat sekolah cantik?',tanyanya dengan senyum termanisnya. 'Siap boss'. Kaipun berangkat menuju sekolah...

No comments:

Post a Comment

dont be afraid to comment here, I dont bite