Tuesday, February 1, 2011

Run with Me - ( this is story ) PART 14





   theo mengemudikann mobilnya dengan santai dan diselingi senyum yg terlintas di wajahnya. aku memperhatikannya. 'kenapa kamu?. aneh. senyum-senyum sendiri',tanyaku agak melirik padanya. 'nothing. aku hanya senang melihatmu'. entahlah. tak terasa kami sudah memasuki tempat parkir. aku turun, theo menggandengku. aku gugup dan senang saat tangannya meraih tanganku. orang2 yg berada di sekitarku memperhatikan kami. aku menanggapinya biasa saja karena theo maupun aku bukan seleb yg selalu dikejar paparazzi. theo mengantarku ke kelas tanpa melepas tangannya yg melekat erat di tanganku. bel berbunyi, menandakan theo harus meninggalkanku sendiri tanpa bubble yg sampai saat ini aku sangat tidak ingin melihat wajahnya. 


   aku mengikuti pelajaran seperti biasa. Mrs.Paula masuk ke dalam kelas dengan menggandeng seorang gadis yg mungkin murid pindahan. gadis itu melangkah dengan gaya yg sedikit pemalu dan berdiri tepat di depanku karena bangkuku memang berada paling depan. dia memperkenalkan diri dan menyebut namanya 'shaylon'.. setelah aku melihat wajahnya, aku baru sadar shaylon adalah gadis yg tadi malam mengacaukan acaraku dengan bubble. aku semakin ingin membenci lukas saat shaylon melempar senyum pada lukas. abaikan saja, sekarang aku sudah punya theo. apa??? . belum memiliki theo sepenuh hati. 


   aku tak ingin mengeluarkan sepatah katapun pada lukas karena menurutku hari ini berbicara padanya sama saja dengan membuang energi. aku ingin cepat-cepat waktu istirahat dan sangat berharap jam pelajaran usai. tak ingin lama-lama berada di samping lukas dan ingin bertemu theo. aku tak tahu kenapa aku sangat nyaman berada di samping theo. maybe, im in love with him. hal yg sangat aku harapkan telah tiba,waktunya pulang. theo menungguku di lapangan basket dan tentu saja dia menggandengku sampai tempat parkir. kali ini theo tak mengajakku jalan-jalan sepulang sekolah. theo bilang dia akan menjemputku jam 7.pm. 


   kami sampai di halaman rumah. theo segera pamit pulang. aku masuk ke dalam rumah, menuju kamar dan rebahan. betapa senangnya hari ini aku bersama theo walaupun hanya sekedar menjemputku dan mengantarkanku pulang. aku mengganti pakaiann dan menemui bibi lizz yg sedang terlihat menerima telepon. kata bibi lizz dad akan pulang besok. aku sangat senang. kami mengobrol di ruang keluarga sambil aku menceritakan sekolahku padanya. 'rupanya kau sangat senang hari ini. apa theo yg membuatmu seperti ini. syukurlah', kalimat bibi lizz tiba-tiba. wajahku memerah karena aku tak bisa menyembunyikan rasa malu. aku hanya senyum dan berkata 'iya'. bibi lizz hanya senyum2 melihat tingkahku yg bisa dibilang jatuh cinta. yahh.. ini pertama kalinya aku merasakan perasaan yg berbeda yg sedang aku alami. 


   aku masuk kamar dan mengingat-ingat senyum termanis theo yg pernah aku lihat. aku tertidur. jam 6.pm aku bangun dan teringat kalau theo akan menjemputku untuk kencan atau hanya ajakan biasa. entahlah.aku memilih-milih baju yg akan aku gunakan. apakah ini cocok untuk acara malam ini. atau mungkin ini hanya biasa saja. akhirnya aku memilih short dress warna ungu favoritku. aku hanya menambahkan belt pada dress ini. pintu depan sepertinya ada yg mengetouk. bibi lizz yg membukakannya. kurasa itu theo. dan langsung saja bibi lizz memanggilku karena telah ada yg menungguku untuk mengajakku keluar.

No comments:

Post a Comment

dont be afraid to comment here, I dont bite