Tuesday, February 1, 2011

Run with Me - ( this is story ) PART 15





   aku segera menemui theo dan bibi lizz yg sedang mengobrol tentang sesuatu yg tak aku ketahui. he's so handsome now. ucapku dalam hati. theo segera pamit pada bibi lizz dan menggandeng tanganku. aku lihat bibi lizz hanya tersenyum dan dia menginjinkan theo untuk mengajakku. aku tahu bibi lizz mengerti perasaanku. aku hanya melempar senyum padanya. aku masuk ke dalam mobil theo. di perjalanan dia tak mengucapkan sepatah katapun hanya terlihat membentuk bibirnya yg manis untuk membuat sebuah senyuman. 


   aku tak tahu theo akan membawaku kemana. apakah ke resto mewah atau hanya berkeliling kota menikmati suasana malam hari. theo berhenti di sebuah danau dekata sebuah jembatan besar. theo membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan aku untuk turun. aku berharap malam ini menjadi spesial meskipun theo hanya mengajakku kesini. theo tetap menggandeng tanganku dan kami duduk di sebuah bangku yg memang sudah berada disitu. aku lihat ada lima buah lilin yg dinyalakan . meskipun begitu, lilin terkesan tak mennampakkan sesuatu yg lebih terang daripada lampu neon yg berada di jembatan yg sanggup menyinari malam kami. bahkan lebih baik jika lilin itu tidak dinyalakan. theo meraih tanganku untuk membantuku berdiri setelah beberapa percakapan.theo mengungkapkan satu kalimat yg mebuatku tak tahu harus menjawab apa. tapi akumengerti apa yg dimaksudkannya. 


   'aku suka kamu bahkan sampai saat ini bisa kubilang menyayangimu. apakah kau juga begitu padaku?',pertanyaan yg dalam mampu kujawab sesingkat mungkin. 'iya',jawabku. 'apakah kau mau menemani hidupku?',pertanyaan yg membuatku sedikit terhentak dan ingin segera menjawabnya. aku berpikir sejenak. mengartikan maksud menemani hidupnya. mungkin dia ingin aku menjadi kekasihnya sampai kapanpun. tapi itu terlalu jauh mengingat umurku saat ini masih berusia 15 tahun. kalau tuhan sudah berkata begitu, mau dikata apa lagi. aku menjawabnya dengan sebuah senyuman yg membuatnya juga melempar senyum padaku. 'ya,why not :)', jawabku. 


   theo memelukku dan mencium keningku. god, thanks for this gift for me. aku yakin theo tidak akan menyakitiku ataupun membuatku kecewa meski dia haya manusia biasa yg juga bisa berbuat salah. lilin-linin membentuk kata R <3 T membuatku terkagum-kagum di atas danau. mengkin dia memangmempersiapkan ini untukku. aku tak tahu siapa yang membantunya. tapi yg jelas perasaanku saat ini melebihi batas senang. rasanya aku ingin sekali memceritakan hal ini pada mom, aku yakin mom telah mengetahuinya. aku tak ingin theo melepaskan pelukan theo. begitu hangat dan aku merasa sangat nyaman berada di dekatnya. aku rasa malam ini malam yg berarti untukku.first love with theo. aku tak peduli meskipun theo telah beberapa kali menjalin hubungan dengan gadis lain. 


   aku hanya berusaha dan berdoa agar bisa lebih lama dengan theo. ya, sampai maut mendatangiku. tak terasa telah satu jam setengah kami berasa disitu. aku mengakjak theo pulang takut bibi lizz khawaatir padaku. di dalam mobil, theo tetap memegang tanganku tapi aku menyuruhnya agar lebih berkonsentrasi menyetir. kami sampai depan gerbang rumah. sebelum aku membuka pintu, tangannya seakan ingin mencegahku masuk ke dalam rumah. wajahnya mendekat dan perlahan-lahan bibirnya mendarat di bibirku. aku tak bisa berbuat apa-apa. yg kurasakan hanyalah kecupan yg membuatku mungkin tak akan melupakannya....

No comments:

Post a Comment

dont be afraid to comment here, I dont bite