Tuesday, February 1, 2011

Run with Me - ( this is story ) PART 17





   Aku masuk kelas dan beruntungnya aku Mr.Arnold belum memasuki kelas. Ingin jam pelajaran selesai. Bukan karena takut pada Mr.Arnold,karena aku ingin segera meminta maaf pada lukas dan melihat senyumnya. Yess !! Pelajaran telah usai dan bel pulang telah bernyanyi. 


   Aku ingin meminta waktu pada lukas sebentar saja untuk meminta maaf. 'bble,aku minta maaf',dengan menatap kearahnya tapi dia sedang sibuk memasukkan buku ke dalam tasnya. 'bble,bisakah kau mendengar aku bicara sebentar saja',kataku memohon. Lukas langsung memelukku begitu saja. 'Aku tak akan marah padamu. Justru aku sedih, saat kau bersikap dingin terhadapku', kata-katanya tanpa menunjukkan dia marah tetapi malah membuatku semakin bersalah. Aku melihat shaylon di belakang lukas. Dia hanya tersenyum saat melihat kami berdua. Tak nampak wajah kecewa ataupun cemuru di wajah putihnya itu. Lukas melepaskan pelukannya, aku hanya tersenyum. Lukas mengenalkan shaylon padaku. 


   Dia menyalamiku dengan senyum dan sangat ramah. Lukas bercerita kalu dia teman baiknya dan aku pikir dia mereka pacaran. Theo melihat kami bertiga dan mengajak kami semua untuk jalan-jalan dengan range rovernya. Aku dan theo di , sedangkan shaylon dan lukas di belakang. Theo berhenti di sebuah mall dan aku teringat akan gadis mungil yg aku temui di taman beberapa hari lalu. Aku ingin memberikannya sesuatu meskipun itu tidah mahal tetapi bisa membuatnya tersenyum. Aku pergi sebentar ke toko boneka dan memilih teddy bear yg tidak besar. Ukurannyapun cukup untuk dipeluk anak berumur 5 tahun. Aku meminta untuk segera dibungkus dan membayarnya. 


   Aku mengatakan pada theo bahwa aku akan pergi ke rumah cindy dan turut mengajak lukas dan shaylon. Theo tanpa basa-basi mengabulkan permintaanku. Kami menuju alamat yg menunjukkan rumah cindy, si gadis mungil yg sangat hebat. Rumahnya tak cukup besar, tetapi sangat rapi dan bersih. Di halaman depan ada taman kecil yg bisa membuat udara segar. Aku mengetuk pintu beberapa kali. Segera saja ada yg membukanya. Tante emma membukakan pitu dan mempersilahkan kami masuk. Cindy yg terlihat memegang crayon berlari dan memelukku. 'apa kabar kau sayang? Kakak ada sesuatu untukmu',sambil memberikan boneka teddy bear yg aku beli tadi. Cindy terlihat senang dan berterima kasih padaku. 


   Cindy mengajak kami ke taman belakang. Udaranya sangat segar meskipun hari sudah sore. Tante emma bercerita kalu cindy punya kakak. Tapi dari tadi aku tak melighat orang lain lagi selain kami ber-enam. 'kakak belum pulang. Dia memang sering pergi keluar rumah dan baru pulang malam. Tapi dia sangat menyayangi kami',ujarnya dengan suara khas anak kecil. Tante emma menambahkan kalau kakak cindy mungkin seumuran denganku. Tak terasa jam sudah menunjukkan 4.15.pm . Kami segera pamit pulang takut orang rumah khawatir apalagi hari ini dad sudah pulang. 


   Theo mengantarkan shaylon, setelah itu lukas dan yg terakhir aku. Aku masuk ke rumah, terlihat bibi lizz dan dad telah menungguku di ruang tamu. Aku langsung memeluk dad untuk melepas kerinduanku walaupun terpaut waktu tiga hari. Tapi sepertinya ada yg terlihat aneh dengan dad. Tangan lengan kiri bagian atasnya dibungkus dengan perban. Aku tak tahu apa yg terjadi. Dad bilang hanya luka biasa saat kecelakaan dengan mobil lain. Aku rasa bukan...

No comments:

Post a Comment

dont be afraid to comment here, I dont bite