Tuesday, February 1, 2011

Run with Me - ( this is story ) PART 18





   Dad menyuruhku masuk kamar karena dia melihat raut wajahku yg kelelahan. Aku menurut saja. Shower aku hidupkan, dan kunikmati. Cukup segar rasanya. Berpakaian dan mengecek handphoneku. Ada sms dari lukas. Isinya, 'Rain,aku tertarik pada shaylon. Maukah kau membantuku?'. Aku pikir tak ada salahnya membantu, shaylon juga terlihat tertarik dengan lukas. Aku membalasnya dengan 'ok ok.. Aku bisa bantu'. Aku ingin sahabatku juga bahagia meskipun hanya sekedar cinta anak SMA. Pagi hari seperti biasa, theo menjemputku. Aku sepertinya akan menolaknya karena dad sudah kembali. But, dad permission me to go to school with theo. Thanks :) . 


   Aku berpamitan pada dad karena bibi lizz sudah kembali ke rumahnya tadi malam. Dad memang sengaja tidak memberitahuku. Aku masuk kelas, tapi tak melihat lukas hanya ada shaylon dan anak-anak lain. Aku menempati kursiku dan shaylon mengha,piriku dengan senyum. Kurasa dia memang gadis manis dan baik. Shaylon mengajakku ngobrol. Kalimat yg membuatlku terkejut sekaligus senang adalah saat dia mengatakan kalu dia tertarik dengan lukas. Tapi dia malu mengungkapkannya. Ini kabar baik dan sangat istimewa untuk lukas. Jam istirahat tiba, shaylon mengajakku ke perpus. Aku mengangguk saja karena aku juga ingin meminjam buku. 


  Shaylon aku tinggal di perpus karena aku ingin pergi ke toilet. Saat menuju toilet, aku melihat barnetta mmenggandeng tangan lukas. Kulihat barnetta dengan senyum liciknya dan lukas hanya menuruti keinginan barnetta. Mudah-mudahan mereka tak melihatku. Aku tak ingin menceritakan hal ini pada shaylon. Bel masuk berbunyi, kamipun pergi ke kelas. Di kelas aku melihat lukas melempar senyum pada shaylon begitu juga shaylon. Aku ingin lukas segera mengungkapkan isi hatinya pada shaylon karena aku takut barnetta semakin berbuat gila padanya. Atau jika barnetta mengetahui semua ini, dia pasti tidak akan tinggal diam atau melakukan sesuatu pada shaylon. 


  Tidak. Aku sudah menganggap shaylon teman baikku sekarang. Sepulang sekolah, aku menceritakan kejadian yg aku lihat dekat perpus pada theo saat dia singgah di rumahku. Theo juga panik. Theo menceritakan kalau dia sebenarnya tidak pacaran dengan barnetta, tetapi sikap barnetta yg seolah-olah membuat theo jadi pacarnya. Dan theo juga bilang kalau dia baru pertama kali pacaran dengan cinta pertamanya. Yaitu aku. Senang rasanya. Tapi aku tetap tidak tenang sebelum lukas mengunggkapkan isi hatinya pada shaylon. Malam harinya, lukas mengirimiku sms kalau dia sudah jadian dengan shaylon. Im so glad. Congrats lukas. Keesokan harinya, theo tak menjemputku karena dia sedang menemani neneknya yg sakit di oklahoma. Tak apalah, dad yg mengantarku meskipun lengan kirinya belum sembuh. 


   Aku sudah melarangnya, tapi dad bersikeras mengantarku. Di pintu gerbang, shaylon menungguku. Dia menceritakan tentang cintanya dengan lukas padaku, aku sangat senang. Sampai di kelas, lukas memberiku formulir pendaftaran karena satu minggu lagi pendaftaran mendesain bangunan ditutup. Aku tak peduli dengan formulir itu, sangat kecil sekali kemungkinan aku diijinkan. Sampai di rumah, aku masuk kelas dan meletakkan formulirnya begitu saja di meja belajar. Malam hari, kusiapkan makan malam untuk kami berdua. Setelah selesai aku kembali ke kamar untuk mengerjakan tugas. Kulihat formulir yg tadi di atas meja sudah tidak ada lagi. Aku takut dad sudah mengambilnya. Aku takut dad marah. 'Rain, Rain... !!',teriak ayah yg berada di depan tv dengan nada sedikit keras. Aku segera menghampirinya. Aku lihat wajah dad sangat tidak nyaman...

No comments:

Post a Comment

dont be afraid to comment here, I dont bite