Tuesday, February 1, 2011

Run with Me - ( this is story ) PART 19





   kali ini perasaanku sangat tidak enak. aku menghela napas terlebih dahulu sebelum melihat dad marah. BENAR !! dad sangat tidak menyukai aku mengikuti lomba itu. aku sudah tahu akan tanggapan dad jika mengetahui hal yg sangat tidak disukainya itu. aku siap menerima omelan dad. setelah ia rasa cukup. aku kembali ke kamar tanpa wajah lesu. aku melanjutkan tugas sejarahku. 'You're the voice I hear inside my head, the reason that I'm singing I need to find you I gotta find you',suara hp memanggilku untuk mengeceknya. 'MY PRINCE ---->incoming call' . 


  aku segera menganggkatnya. 'buka jendelamu dan tengok keluar taman'.aku kaget karena theo masih berada di oklahoma menemani neneknya yg sedang sakit. telefon dimatikan dan aku segera menuruti kalimatnya.aku  so handsome. dia melambaikan tangan kirinya padaku dan anehnya tangan kanannya disembunyikan di belakang. aku segera keluar rumah dan menemui theo di taman rumah. tapi tak kudapatkan. aku melihat sekeliling. aku membalikkan badan dan sekarang theo berada di depanku. 


   kami saling bertatapan. akau tak bisa menatapnya seperti itu karena aku tak bisa melihat matanya yang indah itu. aku segera menarik tangannya dan membawanya masuk rumah. kami hanya ngobrol di ruang tamu. dan dadpun menyambut baik kedatangan theo. mungkinkah dad akan menyetujui dan mengijinkanku berhunungan dengan theo. i hope so damn. dad menemui kami di ruang tamu dan mengajak theo juga ikut dalam acara makan malam yg telah disiapkan dad. dad sangat pintar memasak dan jangan khawatir aku juga tidak bisa. 


   aku sudah bisa memasak saat berumur 5 tahun karena mom telah mengajariku. setelah selesai makan, dad meninggalkan kami yg masih duduk manis di meja makan. itu berarti aku harus merapikan kembali meja makan dan pastinya juga mencuci piring. theo membantu membawa piring-piring itu ke tempat cuci. aku mencuci piring sambil ditemani theo yg mencipratkan air padaku. aku membalasnya dengan busa. senang rasanya. sudah jam 8.15 p.m . theo harus segera pulang. aku membukakan pintu untuknya dan dia mengecup keningku. 'good night my lil angel' . melaju dengan range rovernya dan hilang dari pandanganku. aku masuk kamar dan langsung merebahkan diri dan memeluk bantal ungu kesayanganku.tenggelam dalam mimpi bersama THEO CAVALCANTI. 'kriinggg..kriiiing..',lagi-lagi suara jam weker membangunkanku. 


   aku harus segera mandi takut telat datang ke sekolah. memang aku jarang sekali telat, tapi pagi ini aku harus benar-benar datang lebih awal karena ada pengayaan math lebih awal. aku memberitahu theo kalau tak usah menjemputku. dad mengantarku sampai depan gerbang sekolah. 'good luck dear', menyemangatiku agar bisa mendapat nilai bagus. 'thanks dadd', aku melambaikan tangan padanya, tersenyum dan berlari menuju kelas. dad memang segalanya untukku. isshh.. barnetta mnyeggolku sampai aku terjatuh di atas lumpur yg lumayan membuat seragamku kotor. 


   aku tak mempedulikannya karena aku hanya memikirkan pengayaan math. hanya membuang waktu meminta pertanggung jawaban pada barnetta karena itu hanya akan membuatnya tertawa. lupakan saja. aku masuk kelas dan anak-anak yg lain sudah berada di kelas. Mrs. Pamela datang sambil membawa setumpuk buku math yg baunya sudah bisa dibilang bau tanah. aku baru sadar kalau bubble tak berada di sampingku dan juga shaylon. mungkin mereka telat dan ingin mengikuti susulan. waktu istirahat tiba. aku tak kunjung melihat mereka berdua. my phone was vibrated and there's one message from shaylon. isi pesannya sangat singkat tapi membuatku tak sanggup sampai mengeluarkan air mata...

2 comments:

dont be afraid to comment here, I dont bite