Tuesday, February 1, 2011

Run with Me - ( this is story ) PART 4





   Belum selesai dia melanjutkan kalimatnya hingga aku tahu siapa namanya,gerimis datang dan lama kelaman menjadi deras. Cowok itu menarik tanganku dan aku tahu maksudnya,bernaung d sebuah dangau agar kami tak basah oleh guyuran air hujan. Lama sekali kami berteduh di dangau itu tanpa adanya suguhan obrolan yg membuat kami tak canggung. Akhirnya aku memulai duluan, 'namamu siapa?',tanyaku agak sedikit kaku. 'Theo',jawabnya manis dan melemparkan senyuman padaku. 


   Aku membalas senyumannya itu. Tak terasa sudah 30 menit kami berada disitu menunggu hujan reda. Tetapi masih gerimis pula,akhirnya kamipun berlari menuju sekolah karena takut guru mencari kami.. Aku masuk kelas dengan seragam setengah basah. Aku duduk di bangku kesayanganku bersama si bubble yg daritadi aku perhatiin dia senyum2 gajelas. Aku cuekin aja dia,karena masih kesal dan marah padanya tapi dia tidak merasa kalau dia sudah salah. Dan bodohnya aku, kenapa ga nanya kelas theo dimana. Arghh. Pelajaran seperti biasa. Kali ini aku tidak memperhatikan guru hanya sibuk menggambar doraemon. Sampai bel pulang berbunyi. 


   Aku langsung memasukkan semua buku ke dalam tas tanpa menghiraukan si bubble itu. Keluar kelas dan aku berlari menuju koridor secepat mungkin agar bubble tak mengejarku. Aku tak tahu apa bubble mau mengajakku pulang bareng seperti biasa,atau dia malah pulang bareng sama si barnetta kecentilan itu. Karena semenjak aku masuk kelas bubble tidak mengucapkan sepatah katapun. Sudahlah. Tapi aku berharap bertemu theo di koridor sama seperti aku pertama kali bertemunya. Aku berdiri di di dekat pohon palm dan sengaja menunggu theo. Tapi, OMG !! Apa yg aku lihat. Theo menggandeng seorang cewek yg tak lain adalah barnetta. 


   Aku mencoba senyum pada theo agar dia melihatku. Tapi dia malah memalingkan wajah dan berbicara pada cewek sok-sokan itu. Barnetta melempar senyum sinis padaku dan untuk yg kedua kalinya dia membuat aku semakin membencinya. 'Kalo barnetta dengan theo,terus bubble sama siapa?',aku bingung. Ngapain aku peduliin orang seperti bubble yg belum tentu dia juga memikirkan perasaanku.

No comments:

Post a Comment

dont be afraid to comment here, I dont bite