Tuesday, February 1, 2011

Run with Me - ( this is story ) PART 5





   Aku berjalan sendirian menuju gerbang depan tanpa menghiraukan si bubble itu. Aku tau dia tidak akan tega melihatku pulang sendirian,apalagi dia tahu rumahku lumayan jauh dari sekolah tapi dia membuatku kesal. Arggh. Aku tak ingin lama2 berada di sekolah gara2 si barnetta si muka tembok yg kecentilan membuat aku hari ini cukup lebih bersabar. Aku beerhenti di sebuah taman yang tak jauh dari sekolahku. Aku duduk di bangku yg belakangnya terdapat air mancur yg berbentuk sebuah kuda. Aku duduk sambil mendengarkan i-Pod. 
   
   Tak lama kemudian,seorang gadis kecil menghampiriku dan duduk di sampingku. 'Hy kak',sapanya dengan suara khas anak kecil. 'Hallo gadis manis,sedang apa kau disini?',balasku agak akrab tetapi aku belum mengetahui siapa gadis kecil nan mungil itu. 'Aku tiap hari memang sering kesini,aku meunggu ayah pulang',dengan wajah ceria yg dibuatnya tapi aku bisa menebak kalau dia hampir saja menangis. Aku memeluknya. 'Kenapa sayang?'tanyaku. Sebelum dia menjawab,datang seorang ibu2 yg menghampiri kami yg tak lain ibu gadis manis itu untuk menjemput buah hatinya itu. Ibu itu menyuruhku berdiri dan membisikkan beberapa kalimat hingga aku paham dan membuatku iba. Aku tau kenapa gadis itu selalu pergi ke taman untuk menunggu ayahnya. Tapi dia tidak akan pernah melihat wajah ayahnya lagi tanpa ia mengetahuinya. Ayahnya meninggal saat pulang dari kantor dan ibunya memang sengaja tidak memberitahunya sudah sekitar hampir 2 tahun. Itu bukan waktu yg cepat,tapi gadis itu sangat sabar hingga ayahnya pulang. Aku duduk lagi di bangku itu dan mengajaknya berbincang2. 


   Namanya cindy,dia masih 5 tahun tapi sudah menaggung beban mental. Ya,tanpa adanya lindungan dari seorang ayah. Ibunya mengajaknya pergi,gadis itu menurut saja. Sebelum mereka beranjak meninggalkanku,gadis itu mengajakku untuk berkunjung kerumahnya lain waktu. Aku hanya mengangguk dan memberikan senyuman pada cindy. Ibunya tersenyum sambil memberikanku kertas berisi alamat rumah gadis kecil itu. Mereka berjalan sudah terlihat jauh dari hadapanku dan menghilang dari pandanganku. 


   Aku bergegas meninggalkan bangku taman itu dan berjalan menuju stan ice cream. Setelah mendapatkan satu cone ice cream coklat,aku mulai meneruskan langkah menuju rumah dan melihat sekeliling. 'Apa!!!!' aku melihat barnetta duduk berdua dengan seorang laki2 yg menurutku juga sebaya dengan kami. Laki2 itu bukan si bubble ataupun theo. Aku tidak mengenalnya. Woww,hebat. Satu hari saja dia sudah seperti mendapatkan 3 orang laki2. Just ignored that im sayin'. Aku pergi sejauh mungkin agar merasa lebih baik daripada melihat mukanya yg bisa dibilang mirip tembok.

No comments:

Post a Comment

dont be afraid to comment here, I dont bite