Sunday, March 20, 2011

just because of you

ini ceritaku..
ya, aku belieber..kenapa? kalian haters?


mungkin kebanyakan belieber (yang aku tahu) ortunya ngedukung banget. aku ga seberuntung mereka yg tinggal minta beliin buku first step to forever (buku biografi JB), just beats (headphone dari apple khusus brand JB) , supra shoes (sepatu favorit JB) bahkan minta dibuatin bubble's or purple's room lengkap dengan seprai JB. emang sih, yah ga ngelarang aku buat nge-fans sama JB,tapi aku butuh perjuangan buat beli semua itu, aku nabung. pasti kalo ibu ga suka aku nge-fans sama JB, biasalah naluri ibu kuat banget apalagi alasannya pasti JB itu orang barat yg pergaulannya ini itulah. tapi nyatanya ibu meninggal saat aku 13 y.o dan aku belum mengenal siapa itu JUSTIN BIEBER. tapi aku yakin ibu bangga sama aku just because of JB.


JB is my reason i never give up. JB is my reason i never say never. JB is my reason i never give up before i try. JB is my reason won't make my mom sad. JB is my reason i try try try and get it. JB is my reason i never forget pray to god bout my life. JB is my reason i never forget thanksgiving to god. JB is my reason make the people around me smile. JB is my reason i never complain. Just Because of you JUSTIN BIEBER. 
I was BORN TO BE SOMEBODY.. FEEL IT, BELIEVE IT, DREAM IT AND BE IT..


Thanks to:








  • best god in my life
  • muhammad saw, prophet i admire most
  • my mom, wonder mom in the world that i have
  • my dad, the best dad ever
  • my sist, she always support me
  • JUSTIN DREW BIEBER,you are my inspiration
  • beliebers, you are the best friend and family for me



Sunday, March 6, 2011

Run with Me - ( this is story ) PART 21





   i lay my body on the bed, i feel asleep. in the middle of the night i heard someone called my name but i didn't knew who it was made me awoke. aku membuka selimutdan mencari asal suara itu. aku menuju dekat jendela dan membuka sedikit tirai yg menutupinya. im so scared. di pinggir jalan dibawah pohon terlihat seseorang sedang berdiri dan memakai mantel karena diluar memang sedang hujan. aku tak tahu apa yg dia lakukan. mungkin saja petugas listrik yg sedang memperbaiki gardunya. aku mengabaikannya dan aku masih tetap penasaran dengan suara itu. tapi itu berlalu dan sekarang aku tak lagi mendengarnya. 


   menarik selimut dan tenggelam dalam lautan mimpi. aku terbangun seperti biasa. mandi, berpakaian rapi ,merapikan buku dan menemui dad yg sudah menunggu di meja makan. kinda weird, dad looks like a detective haha kidding. memang, dad tidak terlihat seperti biasanya yang tiap hari memakai baju oblong dan siap pergi ke ladang.tapi kali ini dad terlihat memakai kaos dan jaket ala texas. 'dear, dad harus pergi keluar kota secepatnya. ada urudan yg harus segera diselesaikan. bibi lizz tidak bisa menemanimu disini dan dad harap kau akan baik-baik saja sendirian and of course with your prince, theo :D', kata dad yg unjung-ujungnya menggodaku. hari ini theo menjemputku dan pantas saja suara klakson mobilnya sudah kudengar. dad kissed my forehead. 'dear, be carefull and take care' sambil melambaikan tangan padaku . 


   'mornig my princess', sapa theo ramah dari dalm mobilnya. 'morning too my prince' dan langsung saja masuk mobilnya. we arrived at school. aku tahu hari ini aku pasti sendirian di kelas. tak asa lukas yg biasanya sering menjailiku maupun shaylon yg sering mengajakku sharing.aku percaya lukas akan segera masuk sekolah seperti biasa. get well soon lukas :). bel pulangpun tiba, theo langsung mengantarkanku pulang karen kami sedang banyak tugas sekolah, maklum hampir mid-test.sampai di rumah, aku melakukan hal seperti biasa hingga mengerjakan tugas sekolahku. haripun makin larut dan aku merasa sangat lelah. aku memejamkan matadi kasur ungu yang empuk itu. belum kira-kira 10 menit aku terbangun dan teringat dengan kemarin malam. aku menengok keluar jendela dan aku melihat orang yg sama seperti kemarin yg aku lihat kemarin malam. 
   
   aneh memang, aku hanya mengabaikannya. aku kembali merebahkan badanku. belum aku selesai menarik selimut sampai menutupi tubuhku terdengar seretan kaki dibawah kamarku.. ya, kamarku berada di atas dan di bwah kamrku adalah kamar dad. aku takut pencuri itu yang akan mengambil uang dad tapi aku pikir dad tak punya banyak uang yg ia simpan. aku segera menuruni tangga dengan sangat pelan agar tak ada suara yg membuatnya lari. aku lihat kamar da terbuka dan bersembunyi dibawah tangga mengintip dibalik pintu apa yg sedang dia lakukan di kamar dad. 


   aku tak punya cukup keberanian untuk bersuara atau sekedar mengucapkan kalimat 'apa yg sedang kau lakukan di kamar dad?' tak ada keberanian seperti itu. yg ada dipikranku hanyalah dia akan membunuhku jika dia tau aku berada dibalik pintu. aku tetap berada dibalik pintu dan aku rasa dia telah menemukan apa yg dia cari di laci lemari dad. aku melihat dia berjalan keluardan semakin dekat dekat mendekat kearahku. aku takut dia akan mengetahui keberadaanku. suara seretan kakinya semakin jelas dan aku menjadi semakin takut. dia tetap berjalan kearahku dan...