Wednesday, April 3, 2013

Part of your Life

"Innalillahiwainnailaihirojiun, telah meninggal dunia Ibunda teman kita............................."

Apa yang ada di pikiran kalian saat mendapat sms seperti itu? Berduka? Iya? Seberapa? Hanya berbela sungkawa kah? Ya, turut berduka cukup. You never understand someone's pain until you're the one who feels it. Bagaimana dengan saya?

Ya, saya penah mengalami seperti itu. PERSIS. 4 years ago, when I was 14 years old. My mom passed me away. Rasanya seperti flashback, saat saya melihat Ibu dimandikan untuk terakhir kali,saat saya memeluk dan mencium Ibu terakhir kali, saat melihat Ibu disholati untuk terakhir kali. Waktu itu saya berharap ini hanyalah mimpi. Mimpi terburuk yang bahkan saya tidak menginginkan mimpi itu sekalipun. Hope someone wake me up and realize that my mom still with me today. Tapi apa yang saya lihat, ini bukan mimpi. Nyata. Benar.

Did you think I was ready for that? Seriously, No!

"Siap gak siap harus siap. Yang Bapak tau, kamu itu anak yang kuat. Yang tabah ya sayang, kalo kamu nangis terus Ibu juga gak tenang ninggalin kita. Ayo, bikin Bapak Ibu bangga sama kamu" Ya, saya tau. Sekeras apapun usaha Ayah saya untuk tersenyum, saya masih melihat air mata mengalir di pipi beliau. Bagaimana tidak? Ibu, cinta pertamanya dan tidak akan mungkin tergantikan oleh siapapun meninggalkan saya,kakak dan beliau untuk selamanya.

Tidak ingin kejadian yang sama terulang untuk kedua kalinya. Mom, you're the best woman,the best Mom I've ever had,the best part of my whole life. 

To the best man in the world, my Dad. You've got that smile that only heaven can make and I pray to God every day to keep you forever.